Seribu hari dalam hitungan kalender Jawa setara dengan tiga tahun dalam hitungan kalender nasional. Lebih lama jika disandingkan dengan dua tahun, yang jika disetarakan dengan kalender nasional sekira 700 hari. Kurun waktu tersebut terasa cepat ketika disibukkan dengan berbagai aktivitas, tetapi akan terasa lambat jika kita hanya fokus menghitung hari.

Pada hari Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 10.00 WIB keluarga besar memperingati seribu hari Bapak Yohanes Tikto Pawoko dan dua tahun Ibu Cicilia Susilah berpulang. Dihadiri oleh 150-an umat Lingkungan Gregorius Agung dan umat dari lingkungan lain di wilayah Berbah. Keluarga secara Istimewa memperingatinya dengan Misa Memule di Gereja Santo Yusup Berbah yang dipersembahkan oleh Romo Mikhael Kunses Bani, SVD atau lebih dikenal dengan sapaan Romo Miki. Dalam homilinya Romo Miki menyampaikan bahwa, “Kita yang masih dalam peziarahan hidup hendaknya dapat meneladan kesungguhan iman kepada Kristus dari mereka yang telah berpulang. Saya juga berterima kasih telah diundang keluarga untuk ambil bagian dalam mengenang mereka.”

Yesus berpesan agar kita tidak takut menghadapi kematian. “Janganlah gelisah hatimu. Percayalah kepada Allah, percayalah kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyiapkan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu. Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” (Yoh14: 1-3). Sebagaimana Pak Tikto dan Bu Susil yang tidak takut menghadapi kematian dan telah membuktikannya, maka kita yang masih berziarah hendaknya juga tidak takut.





