Lingkungan Santo Matius Cupuwatu mendapat jadwal tugas koor pada Perayaan Ekaristi Sabtu sore di Gereja Maria Marganingsih, tepatnya pada Sabtu ketiga bulan Mei, 16 Mei 2026 pukul 17.30 WIB. Untuk mempersiapkan pelayanan tersebut, latihan koor diadakan sebanyak tujuh kali sejak Selasa, 28 April 2026. Latihan dilaksanakan setiap hari Selasa dan Jumat. Khusus selama bulan Mei yang merupakan Bulan Maria, latihan koor dilakukan setelah Doa Rosario lingkungan selesai. Latihan koor bertempat di pendopo/joglo kediaman Paulus Wahyudi dan diikuti sekitar tiga puluh umat. Seluruh peserta mengikuti latihan dengan penuh semangat dan kebersamaan. Suasana latihan terkadang diselingi canda tawa yang menambah keakraban, namun ketika mulai bernyanyi, seluruh umat melantunkan lagu dengan penuh kesungguhan dan penghayatan.

Pada Jumat malam, 15 Mei 2026, umat Lingkungan Santo Matius melaksanakan latihan koor terakhir sekaligus gladi bersih dengan iringan keyboard dari Yulius Khunto. Gladi bersih dimulai pukul 19.45 WIB setelah Doa Rosario lingkungan selesai. Meskipun hujan sempat turun cukup deras, semangat umat yang hadir tidak surut. Dengan penuh sukacita, mereka tetap tekun berlatih dan memuji Tuhan melalui nyanyian. Suasana kebersamaan dan antusiasme terasa sepanjang latihan berlangsung. Gladi bersih berakhir pada pukul 21.00 WIB. Setelah latihan selesai, umat kembali ke rumah masing-masing dengan hati gembira serta kesiapan untuk melayani dalam tugas koor pada keesokan harinya.

Pada Sabtu sore, 16 Mei 2026, umat Lingkungan Santo Matius yang bertugas koor telah menempati bangku koor di Gereja Maria Marganingsih. Dengan penuh kesiapan, mereka mengikuti Perayaan Ekaristi sekaligus mempersembahkan suara terbaik demi kemuliaan Tuhan. Lagu “Hymne Marganingsih”, lagu pembuka, mazmur, persembahan, komuni, hingga lagu penutup dinyanyikan dengan penuh penghayatan, semangat, dan sukacita. Perayaan Ekaristi yang dipersembahkan oleh Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr. berlangsung dengan khidmat selama kurang lebih satu jam, dimulai pukul 17.30 WIB dan berakhir pada pukul 18.30 WIB. Setelah lagu penutup “Gereja Bagai Bahtera” selesai dikidungkan, umat Lingkungan Santo Matius meluangkan waktu untuk berfoto bersama di depan altar sebagai ungkapan kebersamaan dan rasa syukur atas tugas pelayanan yang telah terlaksana dengan baik. Selanjutnya, seluruh umat kembali ke rumah masing-masing dengan membawa berkat, damai, dan sukacita.
Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Damiana Wijosari Pusoko




