Cuaca sore yang cerah mengiringi langkah beberapa umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir mengayun ke rumah Anastasius Senen Sarirejo pada hari Senin, 1 Juni 2026 pukul 3 sore. Tidak semua umat lingkungan hadir pada kesempatan sore itu untuk membantu keluarga menyiapkan tempat untuk pelaksanaan Misa Memule mengenang 40 hari Theresia Alit Ribut berpulang.

Tanpa ada yang mengomando, masing-masing umat yang berkesempatan hadir bekerja bakti langsung fokus pada tugasnya. Bernadikta Indriana Septiani, yang lebih akrab disapa Neny, selaku sie paramenta lingkungan, dengan cekatan menyiapkan meja altar. Sie paramenta mempunyai tugas mengelola dan merawat semua perlengkapan yang digunakan dalam perayaan Ekaristi. Sering luput dari perhatian umat bahwa di balik setiap perayaan Ekaristi dan ibadat yang khusyuk, ada tim yang bekerja keras untuk memastikan semua rangkaian liturgi berjalan dengan baik, yaitu seksi liturgi atau secara khusus seksi paramenta. Seksi ini memiliki tugas mulia untuk membantu umat menghayati perayaan iman, baik dalam Ekaristi maupun ibadat lainnya. Dengan demikian perayaan tersebut tidak hanya menjadi rutinitas tetapi sungguh-sungguh menjadi pengalaman spiritual.

Sementara Ingrid Indrarti Trisno Wardani dan Theresia Dwi Haryani bersama keluarga yang diwakili Irene Arum AS dan Agnes Sumarwi fokus pada tata hias altar, meliputi penataan bunga altar dan bunga tabur. Tata hias altar adalah bagian yang tak terpisahkan dari sebuah perayaan Ekaristi karena hampir seluruh pusat perhatian dari upacara liturgi terfokus pada altar. Dengan demikian, penampilan di sekitar altar akan cukup memengaruhi suasana dalam perayaan Ekaristi, baik bagi imam maupun bagi umat. Dengan sentuhan tangan mereka altar pun tampak indah, anggun, dan menjadi representasi umat dalam mengungkapkan iman.

Robertus Bambang Yuswantoro, Fabianus Dimas Ariyanto, dan Theovillus Suwarto pun tidak ketinggalan, ikut ambil bagian. Meja dan kursi yang masih ada tertata dalam tumpukan segera dilepas dan ditata memenuhi halaman. Sisi barat meja altar ditata kursi berderet untuk petugas koor, sedangkan di depan meja altar ditata meja dan kursi berderet rapi ke belakang sampai di ujung selasar. Bahkan ruang garasi pun ditata meja dan kursi, tampak berjajar rapi dan siap menyambut tamu yang siap untuk merayakan Ekaristi. Sementara Senen dengan setia menemani mereka. Suasana kebersamaan dalam kerja bakti yang guyub rukun dan adem.




