310 St. Antonius Padua Berbah: Doa “Kamisan” Lingkungan : Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku

Doa “Kamisan” Lingkungan Santo Antonius Padua Berbah diselenggarakan pada Kamis, 16 Juli 2026, pukul 19.10–20.10 WIB, bertempat di kediaman Christina Suratminah, Krikilan RT 003/RW 010, Tegaltirto, Berbah, Sleman. Ibadat dipimpin oleh Yacobus Heri Suryanto (Heri) dan berlangsung dalam suasana khusyuk serta penuh kebersamaan.

Kegiatan ini dihadiri oleh 10 umat, yang terdiri atas 1 Orang Muda Katolik (OMK) dan 9 umat dewasa. Jumlah kehadiran tersebut lebih sedikit dibandingkan Doa Kamisan sebelumnya. Kondisi ini dipengaruhi oleh kesibukan sejumlah keluarga yang masih mendampingi anak-anak memasuki masa awal tahun ajaran baru, di samping berbagai aktivitas lainnya.

Semula Doa Kamisan dijadwalkan dimulai pukul 19.00 WIB. Namun, untuk memberi kesempatan kepada umat yang masih dalam perjalanan, pelaksanaan ibadat diundur sekitar 10 menit dan akhirnya dimulai pada pukul 19.10 WIB. Meskipun dihadiri oleh jumlah umat yang lebih sedikit, seluruh rangkaian doa tetap berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan.

Doa “Kamisan” diawali dengan menyanyikan lagu pembuka Puji Syukur nomor 619, “Alangkah Bahagianya”, yang dipandu oleh Theresia Susilowati (Usi). Selanjutnya, umat mengikuti rangkaian ibadat yang meliputi pembukaan, pengantar, tobat, doa pembuka, serta pembacaan Injil Matius 11:28–30 yang dibawakan oleh Yacobus Heri Suryanto (Heri).

Setelah pembacaan Injil, Heri menyampaikan renungan singkat yang mengajak umat untuk senantiasa mempercayakan setiap beban dan pergumulan hidup kepada penyelenggaraan Tuhan. Ia menegaskan bahwa segala sesuatu memiliki waktunya menurut kehendak Tuhan, dan setiap beban akan terasa lebih ringan apabila dijalani bersama Tuhan. Seusai renungan, umat diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman iman (sharing) yang berkaitan dengan Sabda Tuhan.

Theresia Susilowati (Usi) membagikan pengalamannya tentang pentingnya memberi teladan melalui tindakan nyata, seperti bergotong royong membangun fasilitas toilet (WC) bersama serta mengajak masyarakat untuk hidup lebih tertib dengan tidak buang air besar sembarangan. Sementara itu, Yacobus Heri Suryanto (Heri) mengisahkan pengalaman seorang kenalannya yang tetap setia pada janji perkawinan meskipun harus menghadapi cobaan ketika suaminya berselingkuh dengan pembantu rumah tangga. Berkat ketekunan dalam berdoa, kesabaran, dan kepercayaannya kepada Tuhan, hubungan keluarga tersebut akhirnya dipulihkan dan sang suami kembali kepada keluarganya. Rangkaian Doa Kamisan kemudian dilanjutkan dengan doa umat, doa penutup, berkat penutup, serta ditutup dengan nyanyian dari buku Puji Syukur.

Setelah rangkaian Doa “Kamisan” selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dalam suasana penuh keakraban. Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai pengumuman dan informasi mengenai agenda kegiatan yang akan datang, baik di Lingkungan Santo Antonius Padua Berbah, Gereja Santo Yusup Berbah, maupun Paroki Maria Marganingsih Kalasan. Melalui kebersamaan ini, diharapkan seluruh umat semakin mengetahui dan terdorong untuk berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan menggereja.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Nova Ardianti

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *