Seratus lima puluh-an umat Katolik di Wilayah Santo Yusup Berbah, termasuk umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir, telah hadir di rumah keluarga Anastasius Sarirejo pada hari Senin, 1 Juni 2026 sebelum pukul 18.00 WIB. Sarirejo didampingi anak-anak dan cucu menyambut ramah tamu yang hadir di pintu tenda yang telah terpasang di halaman rumahnya. Satu demi satu tamu bersalaman dengan keluarga untuk ikut ambil bagian pada Misa Memule memperingati 40 hari Theresia Alit Ribut berpulang. Misa memule dipimpin oleh Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr. diiringi kelompok Koor KMP.

Dalam homili Romo Dadang menyampaikan bahwa keluarga patut bersyukur memiliki seorang ibu yang telah mencurahkan kasih dan pengorbanan bagi anak-anaknya, bukan hanya dengan apa adanya dan seadanya tetapi dengan segenap jiwa dan raganya. Lebih beryukur lagi karena Tuhan mengizinkan almarhumah membersamai keluarga hingga usia 82 tahun. Mengutip Mazmur 90: 10-12, “Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap. Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu dan takut kepada gemas-Mu? Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana” maka keluarga boleh lebih bersyukur lagi. Ini adalah anugerah istimewa yang dijalani almarhumah dengan segala dinamikanya. Tentu dalam hidupnya kadang badai datang menyerbu, mungkin pula doa-doanya Bagai tidak terjawab. Namun, almarhumah selalu yakin bahwa Tuhan takkan terlambat, juga tak akan lebih cepat. Tuhan menjadikan semuanya tepat pada waktu-Nya.

Prodiakon yang bertugas pada Misa Memule ini adalah Yohanes Baptista Topo Kusnandar, RB Sarbini Ari Purnomo, dan Prodiakon Anton dari Lingkungan KBS. Cukup untuk melayani penerimaan Komuni bagi sekira 150 umat dari berbagai lingkungan di Wilayah Santo Yusup Berbah. Mereka yang hadir dalam Misa Memule adalah sahabat dan teman dalam paguyuban ketua lingkungan di wilayah GSYB. Pada kesempatan Misa Memule kali ini umat yang hadir diberi kesempatan untuk kolekte yang secara khusus akan dipersembahkan umat untuk membantu Pendidikan calon imam di seminari.

Rangkaian Misa Memule berakhir pada pukul 19.00 WIB. Sementara keluarga berfoto bersama Romo Dadang, para muda mengantar hidangan makan malam bagi segenap tamu undangan. Setelah diawali dengan doa makan yang dibawakan oleh Alexander Subur, umat pun menikmati santap malam bersama sambil ngobrol ringan yang menambah nikmatnya suasana. Seusai santap malam dan ramah tamah, Romo Dadang meninggalkan rumah Sarirejo, diikuti oleh hampir sebagian besar tamu undangan. Sementara beberapa umat LGAK masih tinggal untuk membantu keluarga membereskan segala sesuatu. Kebersamaan yang selalu menghadirkan sukacita dan semangat kepedulian dalam iman.




