In Youth We Trust: Menumbuhkan Pemimpin Muda, Menguatkan Gereja

Pengurus OMK Paroki

Kalasan – “In Youth We Trust” bukan sekadar sebuah tema. Ia menjadi sebuah pernyataan iman dan kepercayaan bahwa orang muda memiliki potensi, kreativitas, dan energi untuk mengambil bagian dalam perjalanan Gereja.

Semangat itulah yang hadir dalam Retreat Penguatan Kapasitas Calon Pengurus OMK Paroki Maria Marganingsih Kalasan, yang berlangsung pada 25–26 Juli 2026 di Panti Semedi PTPM Sosrowijayan. Retreat ini menjadi bagian dari proses mempersiapkan calon pengurus OMK agar tidak hanya siap menerima tugas, tetapi juga memiliki kapasitas, komitmen, dan semangat pelayanan sebagai pemimpin muda. Keluar dari zona nyaman berangkat dan pulang semua memakai armada transportasi umum “transjogja” dan berjalna kaki menuju Panti Semedi PTPM

Bukan Sekadar Menjadi Pengurus

OMK Kalasan

Sejak awal, peserta diajak membangun kesadaran bahwa menjadi pengurus OMK bukan sekadar mendapatkan jabatan. Mereka diajak mengenal diri, menerima orang lain, membangun komitmen, serta belajar menjadi bagian dari sebuah tim.

Melalui personality test, peserta belajar mengenali karakter dan kekuatan masing-masing. Proses kemudian berkembang pada simulasi pembentukan kepengurusan. Mereka belajar bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan, tetapi juga membutuhkan komitmen, dukungan tim, kemampuan mendengarkan, dan kesediaan untuk bekerja bersama.

Di sinilah peserta mulai menyadari bahwa menjadi pemimpin bukan tentang siapa yang paling hebat, melainkan tentang siapa yang bersedia mengambil bagian dan bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan.

Retreat OMK Kalasan

Berani Melihat Realitas OMK

Para calon pengurus kemudian diajak melihat realitas OMK Paroki melalui analisis SWOT—kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan.

Mereka menemukan banyak kekuatan: jumlah orang muda yang besar, dukungan Romo Paroki dan TimPel PIOM, banyaknya wadah kegiatan, serta adanya orang-orang muda yang bersedia bergerak.

Namun mereka juga berani mengakui tantangan, seperti munculnya circle-circle, belum aktifnya sebagian OMK, kesenjangan usia, komunikasi yang belum kuat dengan OMK wilayah, hingga kebutuhan membangun kembali kepercayaan terhadap OMK.

Kejujuran tersebut justru menjadi modal penting. Sebab, OMK tidak dapat bertumbuh jika tidak berani melihat dirinya sendiri dengan jujur.

Dari proses itu, peserta menyusun berbagai rencana: pertemuan rutin pengurus wilayah, kegiatan kebersamaan, malam keakraban, studi banding, EKM, ziarah dan rekreasi, pembaruan data OMK, publikasi melalui media sosial, hingga anjangsana ke wilayah-wilayah.

Semua program diarahkan bukan sekadar agar kegiatan terlaksana, tetapi agar orang muda semakin terhubung, memiliki ruang aman, mampu bekerja sama, dan merasa menjadi bagian dari OMK Paroki.

Ketika Kerapuhan Menjadi Kekuatan

OMK
Paroki Kalasan

Bagian yang paling menyentuh dalam retreat adalah proses refleksi pribadi.

Para peserta diajak berhadapan dengan dirinya sendiri: dengan ketakutan, keraguan, luka, kesibukan, rasa tidak percaya diri, bahkan pengalaman masa lalu yang masih membekas.

Ada yang merasa belum siap menjadi pemimpin. Ada yang khawatir tidak mampu membagi waktu antara sekolah, kuliah, pekerjaan, dan pelayanan. Ada pula yang merasa tidak cukup baik atau takut mengecewakan orang lain.

Namun dalam keheningan, mereka menemukan bahwa kerapuhan bukan alasan untuk berhenti melangkah.

Mereka justru menemukan kekuatan dalam kebersamaan. Seorang pemimpin tidak harus menanggung semuanya sendirian. Ketua membutuhkan wakil, sekretaris, bendahara, divisi, pendamping, dan seluruh anggota OMK. Kepemimpinan adalah teamwork.

Dari proses tersebut, lahirlah tim inti calon pengurus OMK: Adven sebagai Ketua, Aby sebagai Wakil Ketua, Areta sebagai Sekretaris, dan Bella sebagai Bendahara. Mereka menerima kepercayaan tersebut sebagai tanggung jawab yang akan dijalankan bersama.

Membangun OMK yang Inklusif dan Misioner

Pada hari kedua, proses dilanjutkan dengan finalisasi pembagian divisi dan program kerja. Dari seluruh dinamika tersebut, TimPel PIOM, pendamping OMK, dan fasilitator menyepakati goals OMK St. Dionisius Paroki Kalasan 2026–2028:

“Mewujudkan OMK Paroki yang inklusif dan misioner, melalui partisipasi OMK wilayah secara bermakna, menciptakan ruang aman dan menghadirkan pelayanan berbasis digital kepada orang muda.”

Goal tersebut menjadi arah perjalanan bersama. OMK diharapkan bukan menjadi kelompok eksklusif yang hanya nyaman bagi sebagian orang, melainkan menjadi rumah bersama bagi orang muda dari berbagai wilayah.

Karena itu, membangun ruang aman, memperkuat komunikasi antarwilayah, membuka kolaborasi, dan memanfaatkan media digital menjadi bagian penting dalam perjalanan OMK ke depan.

Retret OMK

Kepercayaan yang Harus Dijawab dengan Komitmen

Retreat ini akhirnya bukan tentang menemukan pemimpin yang sempurna. Justru para calon pengurus belajar bahwa seorang pemimpin pun dapat memiliki kelemahan dan rasa takut.

Yang terpenting adalah mau belajar, mau mendengarkan, mau bekerja sama, dan mau bertumbuh.

Komitmen pribadi yang muncul pun sederhana tetapi mendalam: aktif dalam kegiatan OMK, menjalankan tanggung jawab, melayani dengan kasih, mau mendengarkan kritik dan saran, terus berusaha, serta menjadikan OMK sebagai ruang aman bagi orang muda.

Maka In Youth We Trust akhirnya bukan hanya tentang “percaya kepada orang muda”, tetapi juga tentang keberanian Gereja untuk berjalan bersama mereka.

Percaya bukan berarti membiarkan mereka berjalan sendiri. Percaya berarti memberikan ruang, mendampingi, mendengarkan, menguatkan, dan berani berjalan bersama.

Sebab orang muda bukan hanya masa depan Gereja. Orang muda adalah Gereja hari ini.

Dari mereka, kita belajar keberanian untuk bermimpi.
Dari mereka, kita belajar berani mencoba.
Dan bersama mereka, Gereja terus bergerak membawa kabar sukacita.

In Youth We Trust.
Bersama orang muda, kita bertumbuh.
Bersama orang muda, kita melayani.
Bersama orang muda, Gereja terus bergerak.

Ditulis dan dilaporkan oleh : Maria Magdalena Muji Rahayu

Sutanto Prabowo

Father, Teacher, Blogger, Duta Damai BNPT, Indonesia Local Guide, member Komunitas Blogger Jogja, blog : https://maswo.my.id

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *