Keprihatinan dan rasa duka mendalam dirasakan umat Katolik terhadap bencana gempa bumi yang melanda Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut menyebabkan ribuan warga mengungsi, puluhan orang meninggal dunia, banyak korban mengalami luka-luka, serta mengakibatkan kerusakan pada rumah dan berbagai fasilitas umum. Sebagai bagian dari Gereja, umat Katolik diajak untuk turut merasakan penderitaan, kesedihan, ketakutan, dan kecemasan yang dialami saudara-saudari di Flores. Melalui Surat Edaran Nomor 010/SE/DPPK/VIII/2026 tanggal 18 Agustus 2026, Gereja Maria Marganingsih Kalasan mengajak seluruh umat untuk berpartisipasi dalam Gerakan Solidaritas Korban Gempa Flores–NTT dengan menyisihkan sebagian rezeki guna membantu meringankan beban para korban.

Menindaklanjuti gerakan solidaritas tersebut, Lingkungan St. Bartolomeus Brintikan turut menggalang dana dengan melibatkan sekitar 30 kepala keluarga. Ketua Lingkungan, Hilarius Yudi Lasyanto, memberikan mandat kepada Theresia Ildayati dan Bernadeta Sudaryani untuk mengumpulkan partisipasi umat secara door to door ke rumah-rumah warga. Kegiatan penggalangan dana tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni Senin, 31 Agustus 2026 dan Selasa, 1 September 2026. Dengan penuh keikhlasan dan sukacita, keduanya menjalankan tugas pelayanan tersebut sehingga terkumpul dana sebesar Rp1.265.000,00. Dana solidaritas dari umat Lingkungan St. Bartolomeus Brintikan tersebut selanjutnya diserahkan kepada Bendahara Paroki/Sekretariat untuk diteruskan sebagai bagian dari bantuan bagi saudara-saudari yang terdampak bencana gempa di Flores–NTT.

Bagi umat Katolik, kepedulian terhadap korban bencana bukan sekadar memberikan bantuan materi, melainkan merupakan wujud nyata kasih kepada Tuhan dan sesama. Solidaritas tersebut menjadi bentuk tanggung jawab sosial sekaligus perwujudan iman melalui tindakan nyata, dengan memberikan dukungan secara fisik, emosional, maupun rohani kepada mereka yang sedang mengalami penderitaan. Apa yang dilakukan umat Lingkungan St. Bartolomeus Brintikan menjadi sebuah kesaksian sederhana bahwa di tengah keterbatasan, kepedulian dan kasih dapat diwujudkan melalui kebersamaan. Semoga bantuan yang diberikan dapat menjadi tanda penghiburan, menguatkan mereka yang sedang berduka, serta menumbuhkan harapan bagi para korban gempa Flores–NTT untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan.
Catatan : Foto dikirim oleh Theresia Ildayati




