011 Brayat Minulyo Kadirojo II: Sarasehan Kebangsaan

Pada bulan Agustus ini, Lingkungan Brayat Minulyo mengadakan pertemuan rutin yang diisi dengan katakese Bulan Kebangsaan. Tema besar yang diangkat adalah “Berjumpa dengan Kasih Yesus Kristus dan Bergerak di Tengah Masyarakat.” Pertemuan yang dilaksanakan pada Kamis, 7 Agustus 2025 ini mengusung subtema “Keluarga Menumbuhkan dan Mentradisikan Kekatholikan serta Semangat Kerasulan.” Kegiatan dipimpin oleh Anton, dengan sesi sharing yang dipandu oleh Wisnu, dan dihadiri sekitar 40 umat yang antusias menyemarakkan acara.

Dalam sesi sharing, beberapa umat mengungkapkan bahwa mereka masih merasa belum sepenuhnya siap atau belum tahu secara pasti bagaimana mendidik anak, khususnya dalam iman Katolik. Sebagian besar mengaku meneladani pola asuh orangtua mereka sebelum menikah, sementara untuk pendidikan iman anak mereka banyak belajar sambil menjalani (learning by doing). Pengetahuan tersebut juga mereka peroleh dari pengalaman di masyarakat dan keterlibatan dalam kegiatan gereja.

Para peserta menekankan pentingnya pendidikan iman yang berjenjang dan bertahap, misalnya melalui Sekolah Minggu, penerimaan sakramen inisiasi secara lengkap, mengajak anak berdoa bersama, menghadiri Misa, serta aktif dalam kegiatan lingkungan. Selain nilai-nilai iman, keluarga juga menjadi tempat pertama untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, seperti mencintai tanah air, menghormati pahlawan, dan menjunjung tinggi persatuan.

Namun, terdapat tantangan yang dihadapi, yaitu semakin anak bertumbuh besar, semakin sulit untuk meluangkan waktu berdoa bersama atau beribadah ke gereja sebagai keluarga, dan pengawasan pun cenderung berkurang. Meski demikian, umat tetap berusaha membudayakan srawung agar anak-anak tidak seperti “katak di bawah tempurung”, sehingga wawasan dan pergaulan mereka tetap luas dan terbuka.

Pertemuan ditutup dengan jamuan makan dan minum sederhana, dan seluruh rangkaian acara berlangsung selama kurang lebih dua jam dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Marcus Wisnuhandoko

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *