Syukur atau bersyukur adalah ungkapan rasa terima kasih kepada Tuhan atas segala anugerah yang dikaruniakan kepada kita. Anugerah bisa berupa kenikmatan duniawi, baik kenikmatan lahiriah seperti kesehatan dan harta, maupun kenikmatan batiniah seperti iman, kedamaian, dan kebahagiaan. Rasa syukur bisa dilakukan dengan hati, yaitu kepuasan batin atas anugerah. Syukur dengan lidah yaiu mengakui anugerah dan memuji pemberinya. Syukur melalui perbuatan dengan memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai dengan tujuannya.

Anastasius Senen Sarirejo mengungkapkan rasa syukur atas kesembuhannya dari sakit yang dideritanya beberapa waktu yang lalu dengan mengundang umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir untuk berdoa bersama. Dua puluh delapan (28) umat pada pukul 19.00 WIB sudah berkumpul untuk berdoa syukur, memenuhi undangan keluarga. Doa syukur keluarga dilaksanakan bersama dengan ibadat dan doa Rosario di hari yang kedua. Ignatia Gondowati selaku wakil ketua lingkungan memberikan pengantar singkat dan menyampaikan ujub syukur keluarga pada kesempatan doa rutin lingkungan di hari Kamis, 2 Oktober 2025.

Rangkaian peribadatan dimulai dengan lagu pembuka dipandu oleh Theoovilus Suwarto, dilanjutkan ibadat sabda dipimpin oleh prodiakon Yohanes Baptista Topo Kusnandar. Sebelum berdoa rosario, Anastasius Sarirejo diberi kesempatan untuk mensharingkan kebahagiaan atas kesembuhannya. “Saya sungguh bersyukur kepada Tuhan yang cintanya tak berkesudahan. Apalagi saya sempat berada dalam kondisi kritis dan dirawat intensif di ruang ICCU selama 3 hari. Maturnuwun awit panjurungipun donga Bapak Ibu sadaya,” ungkap Sari dengan wajah berbinar. Semoga kesehatannya terus membaik dan dapat menemani anak cucu dalam meraih mimpi-mimpinya. Sharing syukur tuan rumah diteguhkan dalam doa umat yang didaraskan oleh RB Sarbini Ari Purnomo.Kemudian dilanjutkan dengan doa rosario.

Pukul 20.30 WIB rangkaian ibadat sabda dengan ujub syukur dan doa rosario pun selesai. Kali ini, karena ujubnya adalah ungkapan syukur, umat yang hadir dijamu dengan snak, teh panas, dan makan dalam dos untuk dibawa pulang. Ignatia Gondowati menyampaikan beberapa pengumuman berkaitan dengan pin identitas lingkungan dan rencana ibadat memule. Setelah cukup, umat pun pamit pulang dengan penuh syukur. Mensyukuri anugerah terindah yang diterima secara istimewa oleh masing-masing umat.




