
Pertemuan ibu-ibu lingkungan adalah sebuah kegiatan dan ruang yang ramah bagi ibu-ibu lingkungan karena menjadi ibu itu tidaklah mudah. Ketika kita bangun tidur dan merasa sedih tanpa alasan, meskipun kita memiliki anak-anak yang sehat, manis, dan mandiri, hanya ibu lain yang bisa memahaminya. Alasan itulah yang menjadikan ibu-ibu di Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir terdorong untuk selalu berusaha hadir dalam setiap pertemuan. Apalagi pertemuan hanya diadakan sebulan sekali.

Pukul 16.00 WIB atau pukul empat sore lima belas (15) ibu-ibu sudah hadir di rumah Yusiva Wurinwarsi pada hari Sabtu, 27 September 2025 untuk mengadakan pertemuan rutin. Rutin karena dilaksanakan setiap bulan sekali, meskipun hari dan tanggalnya tidak tentu dan menyesuaikan dengan berbagai hal. Dalam periode beberapa waktu yang lalu, pertemuan selalu diisi dengan pendalaman rohani yang digali dari Kitab Suci atau tradisi doa yang dihidupi dan menjadi bagian hidup kita sebagai umat beriman. Namun, sejak tahun 2025 ini Ignatia Gondowati mengadakan penyegaran bentuk pertemuan. Setiap kali pertemuan tidak selalu diisi dengan hal-hal yang bersifat rohani. Di salah satu pertemuan, pendalaman rohani tetap dilakukan dan pada pertemuan yang lain diisi dengan menambah pengetahuan dan keterampilan, juga dengan olah raga ringan yang cukup membuat tubuh panas yang membantu ibu-ibu yang hadir membuang racun-racun dalam tubuh.

Dalam pertemuan kali ini, setelah dibuka dengan doa, dilanjutkan arisan rutin dan undian doorprize sebagai sarana pengumpulan dana sosia, dirangkai dengan evaluasi kegiatan ziarek yang telah dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2023. Semua ibu yang ikut ziarek merasa senang dan bersyukur ibu-ibu LGAK dapat bersama-sama melakukan ziarah porta sancta dan rekreasi. Sejak berangkat hingga pulang, semua diberi karunia kegembiraan, kesehatan, perjalanan pun aman, lancar, selamat sampai tujuan dan tiba kembali di rumah. Kekurangan kecil hanya pada menu makan siang yang dipesan di sebuah resto di Kebun Teh Kemuning, yang hanya menyajikan paket pedas tanpa konfirmasi lebih dahulu. Pengalaman berharga ini mengingatkan tim kecil untuk membuat pesanan secara detail sehingga pihak resto dapat menyajikan menu sesuai permintaan. Secara keseluruhan agenda ziarek ini cukup memuaskan dan membuat semua bahagia. Evaluasi ziarek yang membuahkan semangat untuk terus menabung agar dapat berziarek bersama lagi. Kegiatan dilanjutkan dengan senam sederhana untuk melatih kekuatan otot kaki dan peregangan seluruh tubuh. Semua antusias mengikuti aba-aba dan gerakan yang dicontohkan oleh Gondowati. Gerakan ringan yang dilakukan berulang-ulang menjadikan tubuh panas dan berkeringat. Selain membuahkan tubuh yang lebih bugar, hati pun menjadi riang. Setelah melakukan peregangan, ibu-ibu pun melepas lelah dengan duduk berselonjor sambil berbincang, bercanda, dan menunggu pesanan mi goreng, mi nyemek, dan mi rebus sesuai request masing-masing yang sengaja disiapkan tuan rumah. Tentu saja sebelum menyantap hidangan selepas senam, dengan dipimpin Irene Arum AS ibu-ibu menyatukan hati untuk berdoa makan sekaligus doa syukur atas kebersamaan.




