Pada hari Rabu Legi tanggal 5 November 2025 kurang lebih pukul 21.00 WIB Bapak Antonius Triyatno telah berpulang setelah sakit yang dirasakan dalam beberapa waktu terakhir. Almarhum menghadap Bapa di surga pada usia 67 tahun, meninggalkan seorang istri, Maria Magdalena Supraptiwi, dua orang putri: Scholastika Astri Meirinawati dan Irene Yosi Agung Kristanti, seorang menantu Ignatius Ardi Laksana, dan dua orang cucu: Elisabeth Arrasel Laksana dan Irene Arwita Gita Laksana.

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir, dan aku telah memelihara iman.” (2 Timotius 4: 7) Kematian merupakan momen yang pasti akan terjadi dan dialami setiap orang. Momen yang tidak terelakkan di dalam kehidupan setiap manusia sebagai ciptaan Tuhan. Setiap kematian selalu meninggalkan kesedihan, kehilangan, dan dukacita. Meskipun sedang berdukacita, ada beberapa ayat alkitab tentang kematian yang memberikan penghiburan dan bisa diucapkan untuk memberikan kekuatan kepada keluarga, teman, sahabat, dan kerabat yang ditinggalkan. Bagaimanapun sedihnya, kehidupan tetap harus berjalan meskipun telah ditinggalkan oleh orang yang sangat dicintai dan sangat berarti dalam hidupnya. Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan, sejak menerima kabar duka dari keluarga, beberapa umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir langsung menuju ke rumah duka.

Tidak kurang dari 120 umat di wilayah Santo Yusup Berbah bersatu dalam Misa Requem yang dipersembahkan oleh Romo FX Murdi Susanto, Pr. yang dilaksanakan pada pukul 11.00 WIB. Kelompok koor Misa Pagi pun memandu umat dengan lagu-lagu pilihan yang menambah khidmat berlangsungnya Misa Requem. Sebelum ibadat tutup peti, umat dan para pelayat yang hadir diberi kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum yang terbaring tenang dan damai. Pada pukul 13.00 prodiakon Yohanes Baptista Topo Kusnandar mengawali rangkaian pemberangkatan almarhum ke pamakaman dengan ibadat singkat. Pada saat pemakaman, prodiakon Topo kembali memimpin ibadat penguburan. Umat yang hadir yang hadir diajak untuk hening dalam suasana doa, bersama keluarga dan para pelayat. “Tuhan Yang Memberi Tuhan Yang Mengambil.” Kita percaya bahwa dengan doa-doa keluarga dan kita semua, Bapak Antonius Triyatno akan beristirahat dengan damai di rumah Bapa di surga bersama para kudus.





