
Perayaan Ekaristi di Gereja Santo Yusup Berbah setiap hari Minggu dilaksanakan pada pukul 08.30 WIB. Umat biasanya akan mulai hadir di gereja pada pukul delapan pagi, khususnya umat yang bertugas tatalaksana atau liturgi. Namun, pada hari Minggu tanggal 7 Desember 2025 tidak seperti biasa, pada pukul tujuh pagi satu demi satu umat tampak mulai hadir di gereja mengenakan seragam batik dengan corak senada hanya beda-beda warna. Mereka adalah para laskar Maria yang tergabung dalam kelompok doa Legio Maria atau lebih tepatnya legioner Kuria Ibu Marganingsih Kalasan. Pada kesempatan hari Minggu Adven kedua ini akan dilaksanakan pelantikan perwira kuria yang baru untuk periode 1925-1928. Enam puluh menit sebelum Misa dimulai, mereka melaksanakan Doa Tessera bersama-sama dan menutupnya dengan menyanyikan Mars Legio Maria. Legio Maria adalah kelompok kerasulan doa yang bertujuan untuk Kemuliaan Allah melalui pengudusan anggota dan orang lain, yang dikembangkan melalui doa serta kerja sama aktif di bawah bimbingan Gereja. Kegiatan LM yaitu berkumpul seminggu sekali untuk berdoa bersama, melaporkan tugas dan kegiatan yang ditugaskan. Kegiatan rutin ini dikenal dengan sebutan sidang legioner. Kegiatan berikutnya adalah kunjungan orang sakit, orang jompo, rumah sakit, penjara, orang cacat, dll. Legioner juga memiliki tugas khusus yaitu pendampingan iman, katekumen, pendampingan keluarga, dll. serta melakukan tugas yang diberikan oleh pastor paroki.

Tiga puluh satu (31) umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir tampak semangat menyatukan suara dalam tugas koor pada Misa di GSYB, dengan organis mas Iza yang juga tidak kalah semangatnya. Perayaan Ekaristi yang dimulai tepat pukul 08.30 WIB dipimpin oleh Romo Antonius Dadang, Pr. Bacaan pertama dari Kitab Yesaya tentang ‘Ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan’ dan bacaan kedua dari Surat Rasul Oaulus kepada umat di Roma tentang ‘Kristus adalah keselamatan umat manusia’, sedangkan Bacaan Injil Matius tentang ‘Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.’ Dalam homilinya Romo Dadang mengajak kita sebagai manusia lemah, yang tak pernah luput dari kelemahan dan kesalahan, untuk terus memperbaiki diri dengan bertobat. Secara khusus kita diingatkan untuk memperbaiki relasi dengan orang-orang terdekat seperti pasangan, anak, orang tua, tetangga, umat lingkungan, dll. dengan memperbarui semangat mengasihi dan mengampuni. Nasihat yang mudah diucapkan tetapi sulit dilaksanakan. Namun, meskipun sulit, dengan penyertaan Tuhan kita pasti mampu melakukannya. Setelah syahadat para rasul, dilanjutkan dengan pelantikan perwira Kuria Ibu Marganingsih Kalasan yang terdiri dari ketua 1, ketua 2, sekretaaris, bendahara, dan asisten pembimbing rohani yang ditandai dengan pericikan air yang diteguhkan dengan berkat Tuhan melalui tangan Romo Dadang. Pelantikan perwira dilaksanakan bersama dengan Perayaan Ekaristi dengan tujuan agar umat di Wilayah Santo Yusup Berbah mengenal karya kerasulan doa yang ada di wilayahnya.

Lagu demi lagu yang telah ditentukan dalam Perayaan Ekaristi pada Minggu Adven kedua dinyanyikan umat LGAK dengan kesungguhan dan segenap hati. Niat dan semangat umat untuk bernyanyi dengan baik sungguh merupakan sesuatu yang patut disyukuri dan harus diapresiasi. Terlebih karena LGAK memiliki kader-kader solis dan dirigen cilik yang percaya diri, seperti Nea, Kesya, dan Ave, yang dalam tugas kali ini sudah menunjukkan kemampuannya. Umat LGAK percaya bahwa Allah Bapa di surga akan selalu menyertai langkah hidup kita dengan rahmat keberanian, kerandahhatian, ketekunan, dan kebijaksanaan untuk terus memuliakan Tuhan dalam tugas-tugas selanjutnya.




