0311 Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir: Umat LGAK Berziarek ke Gua Maria Besokor dan Pantai Sendang Sikucing

Ziarah merupakan salah satu devosi atau praktik iman bagi umat beragama Katolik yang memiliki makna moral yang penting. Ziarah adalah perjalanan ke tempat suci, yang dapat membawa transformasi pribadi, dan selanjutnya transformasi itu akan dibawa peziarah kembali ke dalam praktik hidup sehari-hari. Ziarah ke Gua Maria merupakan salah satu bentuk devosi dan penghormatan kepada Santa Perawan Maria sebagai bagian dari tradisi rohani umat Katolik. Ziarah merupakan ungkapan rohani yang usianya setua umat manusia itu sendiri dan dapat ditemukan pada setiap budaya. Berziarah berarti melakukan perjalanan jauh menuju suatu tujuan untuk mencari tempat tinggal. Dengan demikian, ziarah menyadarkan kita kembali bahwa hidup kita sendiri adalah ziarah menuju ke Rumah Bapa di surga. Setiap manusia di dunia ini adalah  seorang peziarah. Demikian halnya dengan umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir, bersama-sama mengikuti kegiatan ziarah ke Gua Maria Besokor Weleri.

Empat puluh tiga umat LGAK bergabung dalam agenda ziarah dan rekreasi lingkungan. Kegiatan ini sudah diagendakan pada bulan September, dimatangkan selama bulan Oktober, dan direaliasikan pada bulan November. Perencanaan awal dibahas pada bulan September bersamaan dengan pertemuan bulan Kitab Suci. Ada beberapa tujuan yang diusulkan, yang belum pernah dikunjungi umat bersama lingkungan. Setelah melalui pembicaraan, dengan mempertimbangkan jarak tempuh dan biaya, akhirnya disepakati Gua Maria Besokor Weleri sebagai tujuan ziarah lingkungan. Di antara beberapa alternatif yang ditawarkan, GM Besokor merupakan tujuan ziarah yang pas untuk umat LGAK. Bisa dijangkau dari sisi waktu dan biaya. Dari sisi waktu, bisa ditempuh dengan waktu sehari, untuk perjalanan berangkat dan pulang lewat tol Semarang diperkirakan hanya memerlukan waktu 6 jam. Sementara itu, dari sisi biaya masih bisa terjangkau oleh umat. Panitia kecil tenang, umat pun senang. Mengapa? Karena dapat mengakomodasi peserta ziarah dengan fasilitas yang cukup baik, seperti makan 3 (tiga) kali dan mampir berekreasi ke Pantai Sendang Sikucing Kendal.

Hari Sabtu tanggal 15 November 2025 pukul 05.30 WIB sebagian besar peserta ziarek sudah hadir di perempatan Hemart yang disepakati sebagai titik kumpul, meski rintik hujan membasahi bumi. Armada pun sudah siap sebelumnya. Setelah panitia kecil melakukan presensi peserta dan pembagian sarapan, semua peserta yang tampak semangat dan ceria pun berfoto bersama. Selanjutnya, satu per satu peserta ziarek mulai naik ke dalam bus dan mengambil tempat duduk sesuai pilihan. Semua tampak nyaman dengan posisi tempat duduk pilihan masing-masing. Bus belum beranjak, hanya deru mesin armada mengiringi doa pembuka, mohon berkat dalam keberangakatan, perjalanan, hingga tujuan dan tiba kembali di rumah masing-masing. Doa dipimpin oleh prodiakon RB Sarbini Ari Purnomo dan ditutup dengan mohon berkat Tuhan. Tepat pukul 06.00 WIB armada mulai beranjak meninggalkan titik kumpul dan perlahan menyusuri jalanan Kaliajir menuju Tanjung yang sedang dalam perbaikan, sementara umat mendaraskan doa Malaikat Tuhan. Sesampainya di jalan raya Jogja-Solo, roda bus berputar lebih cepat. Seiring laju kendaraan, peserta ziarah mulai larut mendaraskan Doa Rosario peristiwa Gembira yang dipandu oleh Maria Magdalena Supraptiwi. Begitu Doa Rosario selesai, dirangkai dengan doa makan pagi yang dipimpin oleh Theresia Yuliastutie. Umat pun menikmati santap pagi sambil menikmati pemandangan di luar yang masih ditingkahi gemgericik air hujan yang membasahi jalan dan persawahan di kiri kanan jalur yang dilewati. Tanpa terasa, pada pukul 09.30 WIB rombongan umat LGAK telah sampai di Gua Maria Besokor yang sedang dalam proses pembangunan area jalan Salib dan sarana peziarah yang lain. Namun secara keseluruhan sudah tampak indah dan layak bagi para peziarah, baik area untuk berdoa maupun area parkir kendaraan. Saat itu tidak ada rombongan peziarah lain sehingga umat LGAK dapat berdoa jalan salib dengan tenang dari awal hingga akhir, selanjutnya dapat berdoa secara pribadi dengan khusyuk. Setelah berdoa pribadi, sebagian umat masih bisa berbelanja jamu kemasan dan makanan kecil di salah satu sudut di area peziarahan yang dijaga oleh seorang suster. Selanjutnya, rombongan menuju resto Alam Asri untuk menikmati santap siang secara prasmanan dan melepas lelah sambil berbincang ringan antar-umat. Setelah dirasa cukup, rombongan pun dibawa armada bus menuju Pantai Sendang Sikucing. Pada pukul tiga sore rombongan meninggalkan pantai, menuju pusat oleh-oleh di Semarang dan pada pukul lima sore meninggalkan kota Semarang. Pukul 19.30 WIB rombongan telah sampai kota Klaten dan berhenti untuk makan malam di Bakso Idola Klaten hingga pukul 20.30 WIB. Tepat pukul 21.30 rombongan telah tiba kembali di Kaliajir.

Aura penuh syukur kebahagiaan mewarnai semua umat yang telah menikmati akhir pekan bersama dalam rangkaian peziarahan. Penuh syukur karena sejak persiapan keberangkatan yang diwarnai hujan, selama perjalanan ke semua tujuan, dan sesampainya di setiap tujuan diberi kelancaran, tanpa hujan, dan semua peserta dalam keadaan sehat tanpa kurang suatu apa. Penyertaan Bunda Maria dan berkat Tuhan sungguh nyata dirasakan seluruh umat LGAK.

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *