Gereja Katolik menetapkan bulan Oktober sebagai Bulan Rosario. Bagi umat Katolik, doa Rosario bukanlah sekedar doa yang diulang-ulang, melainkan sebuah perjalanan rohani yang menuntun hati untuk semakin dekat dengan Allah melalui perantaraan Bunda Maria. Doa ini telah diwariskan Gereja selama berabad-abad dan hingga kini tetap menjadi salah satu bentuk devosi paling popular di seluruh dunia. Rosario bukan hanya doa, tetapi juga sebuah sekolah iman, tempat dimana umat belajar merenungkan misteri Kristus, meneladani iman Maria, dan menemukan kedamaian batin dalam keheningan doa.

Seperti yang sudah dilaksanakan sebelumnya, doa Rosario Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan dijadwalkan bergiliran dari rumah umat satu ke rumah umat lainnya selama bulan Oktober 2025 ini setiap hari kecuali hari Sabtu. Kegiatan dilaksanakan setiap pukul 18.30 WIB. Untuk hari Sabtu umat diberikan kesempatan umat untuk mengikuti misa di Gereja Maria Marganingsih Kalasan, sedangkan doa Rosario bisa dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarganya.

Adapun susunan acara doa Rosario di Lingkungan Santo Bartolomeus sebagai berikut : diawali dengan lagu pembuka dari buku Madah Bakti / Puji Syukur, dilanjutkan doa pembuka, kemudian doa Rosario bersama. Sebelum menyanyikan lagu penutup dan memberikan persembahan (kolekte), secara bersama-sama umat membacakan doa mohon pertolongan Bunda Maria bagi pembangunan Gereja dan Kawasan Terpadu Kalasan. Khusus pada hari Minggu, doa Rosario menggunakan bahasa Jawa dan lagu pujian dari buku Kidung Adi.

Pada pekan pertama doa Rosario dimulai pada hari Rabu, 1 Oktober 2025 di rumah Bonfilio Febri Priyambodo dengan partisipasi 25 umat, dilanjutkan hari Kamis, 2 Oktober 2025 di kediaman Victorianus Harjoko dengan kehadiran 22 umat, kemudian hari Jumat, 3 Oktober 2025 bertempat di rumah Yohanes Danang Kurniawan dengan partisipasi 19 umat, dan ditutup pada hari Minggu, 5 Oktober 2025 di kediaman Petrus Ari Setyawan diikuti 22 umat.
Catatan : Foto dikirim oleh Bonfilio Febri Priyambodo dan Bernadeta Apik Dwiyati




