041 St. Bartolomeus Brintikan: Ibadat Memule 1 Tahun: Aku Telah Mengakhiri Pertandingan dengan Baik

Ibadat memule satu tahun berpulangnya Carolus Borromeus Supramono ke rumah Bapa di Surga dilaksanakan pada hari Selasa, 12 Mei 2026 pukul 19.00 WIB di kediaman kakaknya, Christiana Sumarsini yang beralamat di Dusun Sanan Sidomulyo, Brintikan RT 06, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Ibadat dipimpin oleh Prodiakon Clara Henny dan dihadiri  empat puluh umat dari Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan. Suasana ibadat berlangsung khidmat, penuh doa, dan pengharapan iman akan kehidupan kekal bersama Tuhan.

Rangkaian ibadat berjalan dengan lancar dan penuh penghayatan. Lagu-lagu pujian dipandu oleh M.Th. Sri Wahyunani dengan lagu pembuka “Betapa Indahnya RumahMu Tuhan” dari Madah Bakti nomor 470, lagu antar bacaan “Tuhanlah Gembala” dari Madah Bakti nomor 282, serta lagu penutup “Nderek Dewi Maria”

Bacaan Kitab Suci diambil dari Roma 8:9–15 yang dibacakan oleh Ketua Lingkungan, Hilarius Yudi Lasyanto, sedangkan bacaan Injil diambil dari Lukas 4:16–22. Dalam homilinya, pemimpin ibadat menyampaikan bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya menyangkut kebebasan batin, tetapi juga membawa dampak nyata dalam kehidupan manusia. Injil Lukas menggambarkan Tahun Rahmat Tuhan sebagai pembebasan bagi orang miskin, tawanan, orang buta, dan mereka yang tertindas. Orang yang hidup dalam kasih dan rahmat Tuhan akan memperoleh damai dan kebahagiaan sejati, sebagaimana diharapkan juga dialami oleh almarhum CB Supramono dalam kehidupan kekal bersama Bapa di Surga.

Setelah homili, ibadat dilanjutkan dengan doa umat yang dibawakan oleh Hilarius Yudi Lasyanto. Karena masih berada dalam Bulan Maria, Yudi juga membacakan renungan hari ke-12 dari Buku Panduan Rosario yang diterbitkan Keuskupan Agung Semarang. Selanjutnya umat bersama-sama mendaraskan Doa Rosario dengan merenungkan “Peristiwa Sedih” yang dipandu oleh Bernadeta Apik Dwiyati dan FX. Kristyanto Nugroho, yang kemudian disatukan dengan doa Bapa Kami. Saat umat menyanyikan lagu “Nderek Dewi Maria”, pemimpin ibadat memberkati bunga tabur yang nantinya akan ditaburkan di pusara makam almarhum. 

Sebagai penutup, pemimpin ibadat membacakan ayat indah dari II Timotius 4:7, “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”  Ayat ini adalah kesaksian rasul Paulus mengenai kesetiaan hidupnya dalam melayani Tuhan hingga akhir hayat, mengibaratkan hidup sebagai perjuangan iman yang konsisten. Ayat tersebut menjadi pengingat akan kesetiaan hidup dalam iman hingga akhir hayat.

Sebelum pulang, Christiana Sumarsini mewakili keluarga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh umat yang hadir dan mendoakan agar Tuhan berkenan mengampuni segala dosa almarhum serta menganugerahkan istirahat kekal yang membahagiakan di Surga.

Catatan : Foto dikirim oleh Bonfilio Febri Priyambodo

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *