041 St. Bartolomeus Brintikan: Keterlibatan Umat Lingkungan dalam Syawalan Padukuhan

Padukuhan Brintikan dengan penuh kehangatan dan semangat kebersamaan menyelenggarakan Syawalan Padukuhan pada Sabtu malam, 28 Maret 2026, pukul 20.00 hingga 22.30 WIB, bertempat di Balai RT 04 Brintikan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Dalam balutan suasana yang akrab dan penuh makna, kegiatan ini menghadirkan Ustadz Agus Al Sayid sebagai pembicara, mengusung tema yang menyentuh hati: “Satukan tangan, satukan hati, merajut kebersamaan warga Padukuhan Brintikan.” Sekitar 500 warga dari RT 01 hingga RT 08 hadir, menyatu dalam satu ruang kebersamaan yang melampaui sekat-sekat perbedaan, mempererat tali silaturahmi sebagai satu keluarga besar padukuhan.

Sebagai bagian dari masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan serta panggilan iman untuk menjadi garam dan terang dunia, umat Lingkungan Bartolomeus Brintikan turut ambil bagian dalam kegiatan syawalan ini. Tidak hanya hadir sebagai peserta, beberapa di antaranya dengan penuh tanggung jawab juga berperan sebagai panitia, yakni Andreas Sudihartono, Petrus Ari Setyawan, Bernadetha Apik Dwiyati, dan Gabriella Sisca Widhiastini. Keterlibatan ini semakin lengkap dengan kehadiran Bernadheta Dwi Novi bersama rekan-rekannya dari Kridha Remaja Brintikan yang dengan semangat muda membantu kelancaran acara. Selain itu, sekitar 25 umat Lingkungan Bartolomeus dari RT lainnya hadir sebagai peserta, menambah hangatnya suasana kebersamaan lintas iman yang terjalin harmonis.

Dalam kesempatan tersebut, Dukuh Brintikan, Wuragil Wahyu, menyampaikan bahwa kegiatan syawalan ini merupakan agenda tahunan yang menjadi ruang temu seluruh warga dalam semangat persaudaraan yang universal. Syawalan ini terbuka untuk siapa saja, tanpa memandang latar belakang agama maupun perbedaan lainnya, sebagai wujud nyata bahwa kebersamaan dapat tumbuh subur di tengah keberagaman. Lebih dari sekadar tradisi, kegiatan ini menjadi cermin indahnya toleransi antarumat beragama di Padukuhan Brintikan—sebuah harmoni yang tidak hanya dirasakan, tetapi juga dirawat bersama dari waktu ke waktu.

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *