041 St. Bartolomeus Brintikan: Menantikan Kristus dengan Sukacita Iman

Pada Selasa malam, 2 Desember 2025 pukul 19.00 WIB, Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan mengawali Sarasehan Adven yang pertama di kediaman FX. Sudarmono, Dusun Brintikan RT 03, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Hujan yang turun sejak senja membuat langkah umat yang hadir tidak banyak, namun tetes-tetesnya seolah menjadi iringan lembut yang menenteramkan hati. Dalam keheningan malam yang basah, sarasehan berlangsung hangat dan penuh syukur, dipandu dengan keteduhan dan kesabaran oleh Ketua Lingkungan, FX. Kristyanto Nugroho.

Lagu “Fajar Telah Mulai Menyingsing” bait pertama dari Madah Bakti No. 325 dilanjutkan Doa Pembuka mengawali sarasehan ini. Dalam pengantarnya, Kristyanto menyampaikan gagasan dasar Adven 2025 yang mengambil tema “Menantikan Kristus dalam Semangat Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan”. Dalam sarasehan pertama ini tema “Menantikan Kristus dalam Kebahagiaan Iman”, umat diharapkan mampu memahami dan membangun pentingnya hidup dalam pengharapan yang penuh sukacita iman dan keyakinan teguh akan Kristus.

Dalam sesi inspirasi iman, Kristyanto memberikan kesempatan kepada umat yang hadir untuk mengungkapkan kebahagiaannya masing-masing. Hal-hal kecil dalam hidup ini bisa menjadi sumber kebahagiaan. Ada yang bahagia karena lulus sekolah atau wisuda, ada yang bahagia karena keluarganya sehat semua dan telah dikaruniai cucu yang lucu-lucu, ada yang bahagia karena bisa berbagi dengan anak-anak lingkungan sekitarnya, juga ada yang bahagia karena setiap tahun bisa berkumpul dengan keluarga besarnya. Namun sebagai umat Kristiani, kita dipanggil untuk memiliki kebahagiaan yang sejati, yaitu kebahagiaan yang berakar pada iman dan pengharapan kita akan kedatangan Kristus. Kebahagiaan dunia seringkali bersifat sementara dan bergantung pada kondisi eksternal seperti kekayaan, kesehatan, atau status sosial, namun kebahagiaan sejati dan abadi sumbernya berasal dari Kristus (Yohanes 10:10).

Dalam refleksi iman, kita belajar pada Bapa Paus Fransiskus yang menegaskan bahwa kebahagiaan sejati bukanlah sesuatu yang kita ciptalkan melalui usaha sendiri, melainkan hasil dari perjumpaan pribadi dengan Yesus Kristus. Dalam Evangelii Gaudiuam, kita diajarkan bahwa kebahagiaan sejati bukanlah tujuan, melainkan buah sukacita yang membebaskan, menyembuhkan, dan terus menerus diperbarui dalam hidup kita. Aspek penting lainnya dari kebahagiaan sejati adalah berani menjadi “murid missioner” yang berani keluar dari “zona nyaman” membagikan sukacita kepada dunia, terutama kepada mereka yang terpinggirkan dan terluka.

Peneguhan bacaan Kitab Suci pada sarasehan Adven pertama diambil dari Injil Matius 24:36-44. Acara kemudian berlanjut dengan Doa Umat, Doa Bapa Kami, serta Doa Penutup yang didaraskan bersama. Sebagai penutup, umat melantunkan lagu ‘Fajar Telah Mulai Menyingsing’ bait ketiga, yang mengakhiri sarasehan Adven perdana ini dengan suasana hening dan penuh harapan.

Catatan : Foto dikirim oleh Bernadeta Apik Dwiyati

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *