041 St. Bartolomeus Brintikan: Meneladani Santo Yohanes Pembaptis Melalui Perayaan Misa Lingkungan

Suasana malam yang teduh di kediaman Antonius Budimin, Dusun Sanan Sidomulyo Brintikan RT 06, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, pada Rabu, 24 Juni 2026, dipenuhi nuansa sukacita dan kekhusyukan. Sekitar 75 umat Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan berkumpul dalam kebersamaan iman untuk mengikuti Perayaan Misa Lingkungan yang dipimpin oleh Romo FX Murdi Susanto, Pr dibantu dua prodiakon lingkungan, yaitu FX. Risang Baskara dan Clara Henny. Kehadiran umat dari berbagai kalangan usia menjadikan perayaan ini semakin hidup, mencerminkan semangat persaudaraan yang erat dalam kehidupan menggereja. Sejak awal perayaan, suasana doa terasa begitu hangat dan khidmat, mengantar seluruh umat untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.

Perayaan Ekaristi semakin semarak dengan iringan koor yang dipandu organis Gita. Lantunan lagu-lagu liturgi mengalun merdu memenuhi ruangan, mulai dari lagu pembukaan “Marilah Hai Umat Allah”, “Tuhan Kasihanilah”, “Kudus”, lagu persembahan “Bawalah Persembahan”, lagu komuni “Tuhan Kau Satukan Kami”, “Bapa Kami”, hingga lagu penutup “Aku Dengar Bisikan Suara-Mu”. Harmoni suara yang tercipta tidak hanya memperindah jalannya perayaan, tetapi juga membantu umat menghayati setiap bagian liturgi dengan lebih mendalam. Dalam kebersamaan pujian dan doa tersebut, umat diajak untuk merasakan kehadiran Tuhan yang berkarya di tengah-tengah komunitas.

Misa Lingkungan kali ini bertepatan dengan Pesta Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis, sehingga seluruh bacaan liturgi mengarahkan umat untuk merenungkan panggilan dan karya keselamatan Allah melalui sosok Yohanes Pembaptis. Bacaan pertama dari Yesaya 49:1-6 dibawakan oleh Bernadheta Dwi Novi, dilanjutkan Mazmur Tanggapan dengan refrein, “Aku bersyukur kepada-Mu, oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib,” serta Injil dari Lukas 1:57-66,80. Dalam homilinya, Romo FX Murdi Susanto, Pr. menjelaskan bahwa nubuat mengenai Hamba Tuhan dalam kitab Yesaya menemukan penggenapannya dalam diri Yohanes Pembaptis yang telah dipanggil dan dipersiapkan Allah sejak dalam kandungan untuk menjadi pelopor jalan bagi Mesias. Melalui permenungan tersebut, umat diajak untuk menyadari bahwa setiap orang memiliki panggilan khusus dalam rencana keselamatan Allah. Romo juga mengingatkan pentingnya membangun kehidupan yang dilandasi kasih dengan saling memperhatikan, saling membantu, dan saling mengasihi sesama. Setelah homili, perayaan dilanjutkan dengan Doa Umat yang disampaikan oleh Bertha.

Usai perayaan Ekaristi, seluruh umat mengikuti sesi foto bersama sebagai kenangan kebersamaan yang indah. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah sambil menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh ibu-ibu lingkungan. Kehangatan perjumpaan dan canda tawa yang terjalin semakin mempererat persaudaraan antarumat. Pada kesempatan tersebut juga terkumpul persembahan sebesar Rp321.000 yang akan disalurkan kepada seminari melalui bendahara gereja. Perayaan Misa Lingkungan ini menjadi perpaduan yang indah antara kekuatan spiritualitas, semangat persaudaraan, dan kebersamaan umat. Semoga rahmat, kedamaian, dan sukacita yang dirasakan dalam perayaan ini terus berbuah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga seluruh umat semakin bertumbuh dalam iman serta senantiasa berjalan seturut kehendak Allah.

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *