Menghidupi panggilan perutusan sebagai umat beriman tidak hanya dilakukan melalui doa maupun pelayanan di dalam Gereja, tetapi juga diwujudkan lewat keterlibatan nyata dalam kehidupan sosial masyarakat. Menjadi bagian dari penggerak kegiatan kemasyarakatan merupakan salah satu cara menghadirkan nilai iman sebagai garam dan terang bagi sesama. Semangat inilah yang terus dijalankan oleh umat Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan dengan aktif ambil bagian dalam berbagai kegiatan di padukuhan maupun lingkungan tempat tinggal mereka. Kehadiran umat di tengah masyarakat menjadi bentuk nyata kepedulian, kebersamaan, dan semangat melayani yang diwujudkan melalui tindakan sederhana namun membawa manfaat bagi banyak orang.

Pada hari Minggu, 5 April 2026, Kelompok Tani Ikan “Tirta Jaya Mandiri” Padukuhan Brintikan merayakan hari jadinya melalui acara tumpengan yang berlangsung penuh kebersamaan dan dihadiri oleh Dukuh Brintikan, Wuragil Wahyu. Keberhasilan kelompok tani ikan tersebut tidak lepas dari keterlibatan beberapa umat Lingkungan Santo Bartolomeus yang turut menjadi bagian aktif dalam komunitas warga setempat. Dengan semangat gotong royong dan kerja bersama, umat lingkungan ikut mengambil peran dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kegiatan budidaya ikan. Kehadiran Gereja pun terasa nyata, bukan hanya melalui kehidupan rohani, tetapi juga lewat kontribusi konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beberapa umat yang aktif sebagai penggiat budidaya ikan antara lain FX. Trisno Suroto dan FX. Sudarmono.

Apa yang dilakukan umat Lingkungan Santo Bartolomeus tersebut sejalan dengan semangat Ardas IX KAS, khususnya dalam upaya mewujudkan kesejahteraan umat dan masyarakat. Dengan penuh ketulusan, umat berusaha menghadirkan kasih Allah melalui karya dan tindakan nyata yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar. Dari usaha sederhana seperti budidaya ikan bersama, tumbuh harapan akan kehidupan yang lebih mandiri, harmonis, dan sejahtera. Semangat pelayanan yang diwujudkan melalui kerja nyata ini menjadi bukti bahwa kepedulian, persaudaraan, dan ketekunan mampu menjadi dasar dalam membangun kesejahteraan bersama di tengah masyarakat.
Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh FX. Trisno Suroto




