041 St. Bartolomeus Brintikan: Senja Penuh Makna: Kebersamaan dan Semangat Pelayanan Ibu-Ibu Bartolomeus Brintikan

Senja di Dusun Brintikan pada Kamis, 26 Maret 2026, menghadirkan suasana yang berbeda di kediaman Theresia Triyanawati. Sebanyak lima belas ibu dan satu anak berkumpul dalam pertemuan Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan Santo Bartolomeus. Tepat pukul 18.00 WIB, kebersamaan mulai terjalin—bukan hanya sebagai rutinitas bulanan, tetapi sebagai ruang untuk saling menyapa, berbagi cerita, dan meneguhkan persaudaraan.

Seperti alur yang telah terjaga rapi dari waktu ke waktu, pertemuan diawali dengan penyelesaian berbagai iuran sebagai wujud tanggung jawab bersama. Arisan, prolenan, persembahan, TCK (Tabungan Cinta Kasih), Dhahar Romo, hingga dana sosial untuk sakit, kematian, dan panti—semuanya dikelola dengan tertib oleh para bendahara di setiap bidang. Lebih dari sekadar administrasi, proses ini mencerminkan semangat gotong royong dan keterbukaan yang menjadi fondasi komunitas.

Dalam keheningan yang khusyuk, Cicilia Suratiwi Martriningrum membuka pertemuan dengan doa. Harapan dipanjatkan agar setiap langkah yang dijalani bersama senantiasa berada dalam lindungan dan penyertaan Tuhan. Doa itu menjadi pengingat bahwa setiap pertemuan bukan hanya agenda, melainkan juga perjalanan iman yang terus bertumbuh.

Percakapan kemudian mengalir pada berbagai rencana pelayanan ke depan. Lingkungan Santo Bartolomeus akan kembali mengambil peran sebagai tuan rumah pertemuan ibu-ibu Wilayah Santo Petrus Damianus Kalasan Timur pada bulan April, yang akan diselenggarakan di kediaman Christiana Sumarsini. Selain itu, tanggung jawab pelayanan dalam rangkaian Misa Trisuci Paskah di Gereja Maria Marganingsih Kalasan juga menjadi perhatian bersama—mulai dari penyediaan ratusan snack hingga minuman dan konsumsi bagi para petugas liturgi, baik pada Kamis Putih maupun Vigili Paskah.

Sekitar satu jam berlalu tanpa terasa. Pertemuan yang sederhana namun sarat makna ini pun ditutup dengan doa oleh Theresia Eva Harjanti. Sebelum pulang para ibu pun beramah tamah dengan menikmati makanan ringan dan minuman yang disediakan tuan rumah. Malam itu, para ibu pulang tidak hanya membawa hasil keputusan, tetapi juga semangat baru—bahwa dalam kebersamaan, setiap pelayanan menjadi lebih ringan dan penuh sukacita.

Catatan : Foto dikirim oleh Bernadeta Apik Dwiyati

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *