Mitoni merupakan salah satu tradisi budaya Jawa yang sarat makna dan masih terus dilestarikan oleh masyarakat sebagai ungkapan syukur serta doa kepada Tuhan atas anugerah kehidupan baru. Tradisi tujuh bulanan ini menjadi momen penuh harapan bagi calon orang tua untuk memohon perlindungan, kesehatan, dan keselamatan bagi ibu maupun calon bayi yang sedang dikandung. Dalam kehidupan umat Katolik Jawa, tradisi Mitoni juga dihayati sebagai bentuk syukur iman yang dipadukan dengan ibadat dan doa bersama dalam suasana penuh kebersamaan serta kekeluargaan.

Pada tanggal 24 April 2026 pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan Elisabet KBS mengadakan Ibadat Sabda Mitoni atau tujuh bulan kehamilan bagi Isodora Sevilla Nila Handayani, istri dari Yohanes Heri Susanto. Kegiatan dilaksanakan di kediaman Lorensius Lagiman dan Maria Magdalena Sumarni dengan dihadiri sekitar 39 umat, baik dari Lingkungan Elisabet maupun para tamu undangan. Ibadat Sabda dipimpin oleh prodiakon lingkungan, Yohanes Heru Setiyanto. Bacaan pertama diambil dari Kitab Kejadian 21:1–7 dan dibacakan oleh Antonius Heri Purnomo, sedangkan bacaan Injil diambil dari Lukas 1:39–45.

Melalui kedua bacaan Kitab Suci tersebut, pemimpin ibadat menegaskan bahwa kasih dan anugerah Tuhan selalu hadir tepat pada waktunya. Dalam doa bersama, umat memanjatkan rasa syukur atas kehidupan baru yang dipercayakan Tuhan sekaligus memohon agar ibu dan bayi senantiasa diberikan kesehatan, perlindungan, dan kelancaran hingga proses persalinan nanti. Setelah rangkaian ibadat selesai dengan doa umat, berkat penutup, dan lagu penutup, acara dilanjutkan dengan ramah tamah bersama seluruh umat yang hadir. Suasana sukacita, kehangatan, dan kebahagiaan tampak begitu nyata, terutama dari pasangan Nila dan Heri yang dengan penuh syukur menyambut anugerah kehidupan baru dalam keluarga mereka.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Yustinus Herman Setyawan




