Pada Senin, 14 Juli 2026 pukul 17.30 WIB, keluarga Yohanes Heri Siswanto mengundang umat Lingkungan Santa Elisabeth KBS, Wilayah Santo Fransiskus Xaverius, Paroki Maria Marganingsih Kalasan, untuk menghadiri ibadat syukur di kediamannya di Karangduren RT 03/RW 08, Kalitirto, Berbah. Ibadat tersebut diselenggarakan sebagai ungkapan syukur atas kelahiran putri pertama mereka, Kiara Calista Aurelia, yang telah genap berusia 35 hari atau dalam tradisi Jawa dikenal dengan istilah selapanan.
Ibadat syukur dipimpin oleh Yohanes Heru Setyanto, seorang prodiakon Lingkungan Santa Elisabeth KBS. Bacaan pertama diambil dari Kitab Kejadian 26:1–6 yang dibacakan oleh Antonius Heri Purnomo, juga seorang prodiakon di lingkungan tersebut. Sementara itu, Bacaan Injil diambil dari Injil Lukas 1:57–64 dan dibacakan oleh Yohanes Heru Setyanto selaku pemimpin ibadat.

Dalam homilinya disampaikan bahwa selapanan merupakan tradisi masyarakat Jawa yang dilaksanakan tepat 35 hari setelah kelahiran seorang bayi. Perhitungan ini didasarkan pada siklus weton, sehingga hari kelahiran bayi akan kembali bertepatan dengan hari dan pasaran yang sama. Misalnya, apabila seorang bayi lahir pada Kamis Kliwon, maka perayaan selapanannya juga akan jatuh pada Kamis Kliwon.
Namun, bagi keluarga Kristiani, makna selapanan tidak hanya sebatas melestarikan tradisi budaya. Perayaan ini menjadi ungkapan syukur kepada Tuhan atas anugerah kehidupan, kesehatan, dan penyertaan-Nya sejak kelahiran sang buah hati. Rasa syukur tersebut diwujudkan dengan menyerahkan seluruh perjalanan hidup anak kepada Tuhan serta mempersiapkannya untuk dipersatukan dengan Gereja melalui Sakramen Pembaptisan.

Dalam doa umat, seluruh umat yang hadir memohon agar Kiara Calista Aurelia senantiasa dikaruniai kesehatan jasmani dan rohani, bertumbuh dengan baik, menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, serta kelak menjadi pribadi yang membanggakan keluarga, Gereja, dan masyarakat.
Setelah seluruh rangkaian ibadat selesai dan ditutup dengan berkat serta lagu penutup, acara dilanjutkan dengan ramah tamah. Suasana penuh kehangatan, kebahagiaan, dan sukacita begitu terasa dalam kebersamaan keluarga Yohanes Heri Siswanto dengan seluruh umat yang hadir. Momen sederhana ini menjadi ungkapan syukur yang indah sekaligus mempererat tali persaudaraan di antara umat Lingkungan Santa Elisabeth KBS.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Yustinus Herman Setyawan




