Pada hari Kamis malam, tanggal 27 Februari 2025, umat lingkungan St. Paulus Temanggal II kembali mengadakan Ibadat Sabda Malam Jumat yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kekhidmatan. Ibadat kali ini diselenggarakan di kediaman keluarga Mardi Utomo dan dipimpin oleh Bapak Tio, yang dengan penuh semangat mengajak umat untuk semakin mendalami iman melalui refleksi bersama.
Mengangkat tema tentang pernikahan Katolik, ibadat ini menjadi kesempatan bagi umat untuk memahami lebih dalam makna dan nilai-nilai sakramen pernikahan dalam ajaran Gereja. Dalam renungannya, Bapak Tio menekankan pentingnya kasih, kesetiaan, serta pengorbanan dalam membangun rumah tangga yang berlandaskan iman Kristiani. Ia mengingatkan bahwa dalam setiap pernikahan pasti ada tantangan, tetapi dengan mengandalkan Tuhan dan saling mendukung satu sama lain, pasangan suami istri dapat semakin dikuatkan dalam perjalanan hidup mereka.

Selain menyampaikan refleksi, Bapak Tio juga memberikan ruang bagi umat untuk berbagi pengalaman pribadi mengenai kehidupan pernikahan mereka. Beberapa pasangan dengan penuh kejujuran membagikan suka duka yang mereka alami, mulai dari tantangan dalam menjaga komunikasi, menghadapi perbedaan pendapat, hingga bagaimana mereka mengandalkan doa dan iman dalam menyelesaikan berbagai permasalahan rumah tangga.
Beberapa umat berbagi tentang pernikahan Katolik, antara lain, Pak Marsono berpendapat bahwa hukum pernikahan Katolik tidak terpisahkan dan mempunyai surat yang jelas. Dalam rumah tangga pasti ada pasang surutnya. Menurut Bu Tarto, perlu ada keterbukaan dalam rumah tangga sehingga tidak ada pihak ketiga yang dapat memicu konflik. Sementara Pak Bertus menjelaskan bahwa dalam hukum gereja ada pembatalan (anulasi) pernikahan. Gereja memberikan peluang tentang info ada halangan pernikahan. Diharapkan ada pendampingan keluarga selain pada seremonial pembaruan janji pernikahan.

Dalam ibadat malam Jumat kali ini sebanyak 28 umat yang hadir diajak untuk dapat instropeksi diri dan dapat menjalani pernikahan dengan baik dan benar sesuai dengan janji pernikahan Katolik. Melalui ibadat ini, umat yang hadir tidak hanya mendapatkan pemahaman baru tentang pernikahan Katolik, tetapi juga semakin dikuatkan dalam iman untuk terus menjaga keharmonisan rumah tangga mereka berdasarkan ajaran Kristus. Ibadat ini pun menjadi sarana bagi umat untuk saling berbagi, mendukung, dan mempererat tali persaudaraan dalam komunitas lingkungan St. Paulus Temanggal II.
Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Lingkungan St. Paulus Temanggal II



