044 St. Petrus Damianus Taman Selatan: Pertemuan APP ke-2 (Pentingnya Berdoa dengan Tulus….)

Pada hari Jumat tanggal 21 Maret 2025 tepat pada pukul 19.00 WIB di kediaman Maryono yang terletak di Blok Randugunting dilangsungkan pertemuan untuk APP yang ke dua lingkungan St. Petrus Damianus Taman Selatan yang dipimpin oleh Andri Sebastian dengan partisipasi 25 umat.

Pertemuan APP kedua mengambil tema “Hidup Doa sebagai Pendamaian dengan Allah”. Berdoa adalah bentuk komunikasi dengan Tuhan, sedangkan cara berdoa bisa bervariasi tergantung pada tradisi agama atau keyakinan seseorang. Dalam sharing banyak yang mengungkapkan cara dalam berkomunikasi dengan Tuhan, ada yang dengan mata terbuka dengan mengucapkan terimakasih untuk berkat Tuhan sepanjang hari, kemudian dengan menyesali segala dosa lalu menyampaikan bentuk permohonan, namun ada juga yang harus dengan mata tertutup. Perbedaan dalam kita berdoa tidaklah menjadikan suatu masalah karena kembali ke personal masing masing.

Sebelum berdoa, penting untuk menenangkan pikiran dan hati. Fokuskan perhatian pada Tuhan atau kekuatan yang diyakini. Hal ini bisa dilakukan dengan mengatur waktu khusus, menciptakan suasana yang tenang, dan memusatkan diri. Berdoa sebaiknya dilakukan dengan hati yang tulus, tanpa ada niat lain selain untuk berkomunikasi dengan Tuhan atau yang lebih tinggi. Keikhlasan dan ketulusan adalah hal yang sangat dihargai dalam doa.

Dalam homili Paus Fransiskus diajarkan 3 hal sifat Tuhan yaitu : dekat, berbelas kasih dan berbela rasa. ketiga hal itu sangat erat kaitannya dengan ajaran Tuhan Yesus yaitu cinta kasih. Menjadi umat Katolik yang bersyukur karena kita diajarkan menjadi pribadi yang penuh cinta dalam menjalani kehidupan ini. Dalam hal berdoa memang kita harus memiliki Iman yang besar.

Setelah berlangsung diskusi yang cukup panjang, di mana banyak peserta turut serta memberikan tanggapan, pendapat, serta berbagi pengalaman dalam suasana yang penuh kehangatan dan kebersamaan, akhirnya sharing malam itu mencapai puncaknya pada pukul 20.32 WIB. Dengan hati yang penuh sukacita dan rasa syukur atas kesempatan untuk saling berbagi serta mempererat tali persaudaraan, seluruh umat pun perlahan meninggalkan tempat pertemuan, kembali ke rumah masing-masing dengan membawa berkat serta hikmat yang telah diperoleh dari sesi tersebut, seraya berharap perjumpaan berikutnya akan kembali menjadi momen yang penuh makna dan semakin memperkokoh iman serta kebersamaan di antara mereka.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Ch Lusi Apriwidiyanti.

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *