0311 Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir: Berdoa Rosario di Hari ke Sebelas

Tujuh belas umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir berkumpul di rumah Heribertus Wikan Triargono untuk bersekutu di dalam ibadat sabda dan doa Rosario. Sebelum pukul tujuh (7) malam mereka telah hadir dan mempersiapkan hati di dalam iman. Tepatnya pada hari Sabtu tanggal 11 Oktober tahun 2025. Jumlah umat yang hadir tidak seperti biasanya karena bersamaan dengan kegiatan beberapa keluarga di LGAK yang telah direncanakan sebelumnya. Hal ini bukan merupakan hambatan untuk tetap berkumpul dan bersatu dalam doa.

Hari Sabtu, 11 Oktober merupakan Sabtu Pekan Biasa. XXVII dan peringatan Paus PF Yohanes XXIII. Bacaan Injil diambil dari Lukas bab 11 ayat 27-28 tentang ‘Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau.’ Ketika Yesus sedang berbicara kepada orang banyak, berserulah seorang wanita dari antara orang banyak itu dan berkata kepada Yesus, “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan menyusui Engkau.” Tetapi Yesus bersabda, “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan Sabda Allah dan memeliharanya.” Ikatan kekerabatan atau hubungan keluarga tidak menjamin setiap kita untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Namun, kita dipanggil untuk mengupayakan hidup bersama dalam keluarga dan lingkungan hidup lainnya. Bersama mereka, kita menjadi tempat terutama bagi bertumbuh-kembangnya nilai-nilai Kerajaan Allah. Dengan perannya yang sangat penting dan mendasar itu, keluarga disebut juga Gereja Kecil . Dalam keluarga kita mengenal iman, belajar berdoa, dan bertumbuh dalam keutamaan hidup kristiani. Hal ini menjadi batu pijakan umat LGAK untuk terus memelihara iman dalam keluarga dan bersama umat di lingkungan. Sebagaimana dalam persekutuan doa Rosario kali ini, yang diawali lagu pembuka dipandu Robertus Bambang Yuswantoro dan ibadat sabda yang dipimpin oleh Lambert Tallulembang. Seperti biasa, umat diajak melakukan penelitian batin dengan berdoa Saya Mengaku. Setelah dibacakan Injil, umat diberi kesempatan melambungkan doa-doa permohonan dan disatukan dengan doa Bapa Kami. Dirangkai dengan pendarasan Doa Rosario Peristiwa Gembira. Pendarasan doa Rosario dipandu oleh Yusiva Wurinwarsi dan pembacaan perikop Kitab Suci oleh anak Nael, Anak Kesya, Anak Nea, dan anak Ave secara bergantian.

Pada pukul delapan (8) malam kurang, rangkaian ibadat dan doa Rosario selesai. Umat pun pulang ke rumah masing-masing membawa harapan, sebagaimana janji Bunda Maria, bahwa semua umat yang berdoa Rosario adalah puteraku dan saudara-saudara Puteraku yang tunggal Yesus Kristus.

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *