0311 Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir: Tugas Tatalaksana dalam Misa Arwah

Gereja Katolik memperingati Hari Raya Semua Orang Kudus setiap tanggal 1 November. Pada setiap tanggal 2 November merupakan hari Peringatan Arwah semua orang beriman. Pada tanggal 1 November kita memuliakan semua Orang Kudus dan berdoa memohon agar kita pun kelak bisa berbahagia bersama mereka di dalam surga sambil memandang wajah Kerahiman Allah, Bapa kita. Pada hari Minggu, 2 November 2025 kita bersama-sama umat Katolik sedunia mengenang saudara-saudara kita yang telah meninggal dan masih berada di api penyucian. Dalam iman akan Kristus kita percaya bahwa apa yang dinamakan Persekutuan para kudus adalah termasuk kita yang masih berziarah di dunia ini, juga para Kudus di surga, dan semua orang yang sudah meninggal. Bersama-sama kita membentuk dan terhimpun di dalam satu Gereja, yaitu Tubuh Mistik Kristus.

Pada hari Minggu, 2 November 2025 pukul 08.30 WIB tigapuluhan (30) umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir bertugas tata laksana dalam Perayaan Ekaristi di Gereja Santo Yusup Berbah. Secara khusus kita mengenang dan berdoa bagi arwah semua orang beriman yang telah meninggal dunia. Kita diajak untuk menyadari makna peristiwa kematian menurut ajaran iman kita, yaitu bahwa kematian sesungguhnya merupakan peristiwa puncak kehidupan. Umat LGAK sudah hadir di gereja sebelum pukul 07.30 WIB karena rangkaian Perayaan Ekaristi akan diawali dengan membacakan nama-nama dari saudara-saudara kita yang telah meninggal dan akan diujubkan. Umat pun telah mulai hadir di gereja, ada yang membawa bunga tabur, ada yang membawa karangan bunga, dan ada pula yang membawa bunga dan foto saudara yang telah meninggal. Foto yang dibawa diletakkan di depan altar, di tempat yang telah disiapkan, sementara bunga tabur atau karangan bunga yang dibawa diletakkan di dekat tempat duduk masing-masing yang akan direciki air pada saat Perayaan Ekaristi berlangsung. Tercatat lebih dari seribu nama saudara-saudara dari berbagai lingkungan yang dibacakan oleh petugas dan akan diujubkan di dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Antonius Dadang Hernawan, Pr. Dalam Perayaan Ekaristi bagi arwah saudara-saudara kita yang telah meninggal tidak didaraskan doa Kemuliaan dan Aku Percaya karena saudara-saudara kita yang sudah meninggal dan kita doakan masih dalam harapan untuk diselamatkan.

Setelah Perayaan Ekaristi selesai, umat LGAK yang bertugas segera menghitung uang persembahan, baik kolekte pertama, kolekte kedua, dan uang teks misa. Tidak hanya umat LGAK yang terlibat dalam aktivitas setelah Perayaan Ekaristi, tetapi juga umat dari lingkungan lain yang bermaksud menukar lembar uang ratusan ribu dengan uang persembahan yang biasanya merupakan pecahan duaribuan, limaribuan, sepuluhribuan, dan duapuluhribuan. Kebersamaan di akhir Perayaan Ekaristi yang berbuah kegembiraan dalam persaudaraan.

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *