0311 Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir: Misa Memule 2th Ibu Theresia Marsilah

Doa-doa umat beriman berguna untuk membersihkan hidup orang yang sudah meninggal dari segala dosa yang mencemari tubuh sucinya. Dengan berdoa bagi orang yang meninggal berarti kita menghargai dan meluhurkan kesucian tubuh manusia sebagai bait kediaman Tuhan. Ibadat kematian yang dilaksanakan dengan khidmat dan agung akan memberikan penghiburan dan kekuatan iman bagi keluarga yang ditinggalkan dan sementara berduka. Ibadat seputar kematian merupakan bentuk penghiburan, solidaritas, dan cinta persaudaraan bagi keluarga yang sementara mengalami duka cita sebagaimana kata-kata Santo Paulus, “Menangislah bersama orang yang menangis” (Rom. 12: 15).

Pada hari Sabtu, 8 November 2025 umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir bersama keluarga almarhumah memperingati 2 (dua) tahun berpulangnya Ibu Theresia Marsilah dalam Perayaan Ekaristi. Oktavianus Nisja Purwanto Dachi dan istri Ayu Sariningsih, Anastasia Desy Natalia Chachi dan suami Ferry Antonius Simamora selaku anak dan menantu almarhum sudah berkoordinasi dengan Ingrid Indrarti Trisno Wardani dan RB Maryanto sebagai pengurus LGAK untuk momen ini. Koordinasi yang membuahkan perencanaan rangkaian Misa Memule 2th yang tersusun dengan baik. Misa Memule 2th Ibu Theresia Marsilah dilaksanakan di Gereja Santo Yusup Berbah pada pukul 19.00 WIB, dipimpin oleh Romo Ignatius Fajar Kristianto, Pr. diiringi kelompok Koor Misa Pagi (KMP) yang beranggotakan umat di wilayah Berbah yang memiliki minat di bidang tarik suara. Bacaan pertama diambil dari 2 Korintus 1: 3-7 dan Injil dari Yohanes 15: 9-12. Dalam khotbahnya Romo Fajar mengatakan, “Pada masa hidupnya almarhum ambil bagian dalam pelayanan di Gereja Marganingsih Kalasan dan melakukan segala hal bagi keluarganya. Ketika berpulang, tugas kita adalah mendoakan agar semua dosa dan kelemahannya diampuni. Kita percaya bahwa berkat doa-doa anak-anak dan kita yang hadir di sini, almarhum telah dibangkitkan Tuhan dan diperkenankan hidup kekal bersama para kudus. Keluarga patut bersyukur, almarhum kini menjadi pendoa bagi anak-anaknya.” Sabda Tuhan yang diwartakan merupakan sarana rohani yang membantu keluarga untuk memaknai peristiwa kematian dalam terang iman, dan merelakan kepergiannya dengan keteguhan iman. Rangkaian peringatan dua (2) tahun meninggalnya Ibu Theresia Marsilah berjalan lancar tanpa hambatan, dalam suasana yang khusyuk dan megah. Diakhiri dengan berkat meriah oleh Romo Ignatius Fajar Kristianto, Pr yang meneguhkan, menguatkan, dan menjadi sumber penghiburan dalam iman.

Menutup rangkaian peringatan memule dua tahun Ibu Theresia Marsilah, kutipan ayat  dari 1 Tesalonika 4 ayat 16-17, “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan” akan selalu menguatkan kita yang masih harus berjuang dalam peziarahan hidup di dunia.

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *