Sabtu sore, 31 Januari 2026, suasana Misa di Gereja terasa lebih istimewa. Umat dari Lingkungan Santo Yusup Krajan mendapat kesempatan untuk melayani sebagai tim koor (paduan suara) dalam Misa Sabtu Sore yang dimulai pukul 17.30 WIB.
Pelayanan ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan wujud nyata kebersamaan dan syukur umat lingkungan.
Semangat Lintas Generasi.
Sebanyak kurang lebih 26 anggota lingkungan hadir untuk memenuhi tugas ini. Hal yang menarik perhatian adalah keberagaman usia yang terlibat; mulai dari orang dewasa, remaja, hingga anak-anak bersatu padu dalam harmoni suara. Kehadiran lintas generasi ini menunjukkan regenerasi iman yang sehat di dalam Lingkungan Santo Yusup Krajan.
Misa dipimpin oleh Romo Adrianus Maradiyo, Pr. Suasana ibadah berlangsung dengan sangat khidmat, namun tetap terasa meriah karena iringan pujian yang dibawakan dengan penuh penghayatan. Salah satu momen yang mengesankan adalah saat lagu Asperges Me, di mana Petrus Canisius Bayu Kriswanto Hadi bertugas sebagai solis, membawa umat masuk ke dalam suasana tobat yang mendalam. Kebahagiaan yang Didesain.
Dalam homilinya, Romo Maradiyo memberikan pesan yang sangat relevan dengan semangat para petugas koor sore itu. Beliau menekankan bahwa kebahagiaan tidak datang begitu saja, melainkan harus didesain dan diciptakan.
“Perlu setiap saat mengekspresikan kebahagiaan ini sebagai bentuk syukur, baik dalam lingkup keluarga, sesama, maupun handai taulan,” pesan Romo Maradiyo.
Pesan ini seolah menjadi bahan bakar bagi umat Santo Yusup Krajan. Mereka bernyanyi bukan hanya dengan cara yang baik, tetapi dengan ekspresi kebahagiaan yang tulus, sejalan dengan ajakan Romo untuk menjadikan setiap momen sebagai bentuk syukur kepada Tuhan.
Penutup yang Manis
Misa berakhir pada pukul 18.35 WIB. Sebagai penutup rangkaian ibadah, Lingkungan Santo Yusup Krajan membawakan lagu penutup dengan sangat baik, mengiringi umat melangkah keluar gereja dengan hati yang penuh sukacita.
Krisrumanti selaku Ketua Lingkungan Santo Yusup Krajan mengungkapkan rasa terimakasih yang mendalam dan penuh haru kepada semua umat yang terlibat selepas bertugas sore itu.
Pelayanan sore itu menjadi bukti bahwa ketika tugas dijalankan dengan hati yang bahagia dan dipersiapkan dengan baik, maka hasilnya akan menjadi berkat bagi banyak orang.