Sebagai wujud nyata kepedulian dan kebersamaan iman, umat Lingkungan kembali menghadirkan kasih Kristus melalui kegiatan menjenguk saudara-saudari yang sedang sakit. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026, dan menjadi momen kebersamaan yang sederhana, namun sarat makna bagi umat lingkungan. Menjelang waktu keberangkatan, umat berkumpul di rumah Veronica Ratrnaningrum pada pukul 17.00 WIB. Hujan deras yang turun sejak sore hari sempat membuat pelaksanaan kunjungan tertunda sekitar 30 menit. Sambil menanti hujan mereda, umat tetap bertahan dengan semangat yang sama, menunjukkan kerinduan untuk tetap hadir bagi sesama. Setelah hujan mulai reda, sekitar 12 umat, yang sebagian besar adalah ibu-ibu lingkungan, berangkat bersama-sama menuju rumah saudara-saudari yang akan dijenguk. Dengan berboncengan dan saling menunggu satu sama lain, perjalanan tersebut menjadi cerminan semangat gotong royong dan solidaritas yang hidup di tengah umat lingkungan.

Kunjungan kasih ini ditujukan kepada Bernadeta Purwanti, yang tengah menjalani perawatan di rumah akibat jatuh dan mengalami pembengkakan pada kaki, dan Yoseph Bernardus Soetikno, yang sebelumnya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Panti Rini akibat jatuh hingga pergelangan tangannya harus digips. Dalam suasana penuh kehangatan, umat berkumpul untuk berdoa bersama yang dipimpin oleh Maria Magdalena Titik Suryani. Doa-doa yang dipanjatkan menjadi ungkapan harapan dan penguatan, dilanjutkan dengan sapaan akrab serta perhatian tulus kepada saudara-saudari yang sedang sakit. Sebagai tanda kepedulian, umat juga menyerahkan tali kasih dari lingkungan. Seluruh rangkaian kegiatan ini dikoordinatori oleh Scholastika Firnania Ariani, yang dengan penuh dedikasi menggerakkan umat dalam semangat pelayanan kasih.

Melalui kegiatan ini, umat lingkungan diajak untuk semakin menghidupi iman secara nyata dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam kebersamaan sebagai umat beriman. Setiap perjumpaan menjadi kesempatan untuk saling menguatkan, menopang satu sama lain dalam suka dan duka, serta menumbuhkan semangat persaudaraan yang tulus dan penuh kepedulian. Dengan kehadiran yang sederhana namun sarat makna, umat diharapkan mampu menghadirkan kasih Kristus secara konkret, sehingga hidup bersama tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi sungguh menjadi kesaksian iman yang hidup dan membawa berkat bagi sesama.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Yohanes Dimas Nugroho



