0311 Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir: Hidup adalah Pilihan

Setiap umat Katolik di mana pun, tak terkecuali umat di Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir, diberi kebebasan untuk memilih. Mau memilih menjadi orang Katolik yang militan, yang beriman sungguh, yang aktif dalam kegiatan menggereja, yang sekadar menjalankan kewajiban. Apa pun pilihan umat, tidak ada yang melarang. Soal pilihan ini menjadi pokok gagasan dalam pertemuan pendalaman iman rutin LGAK pada hari Kamis, 22 Januari 2026 di rumah keluarga Lukas Ismarsono.

Pada pukul tujuh malam 20 (dua puluh) umat telah hadir dan mengambil posisi duduk yang paling nyaman menurut pilihan masing-masing. Setelah diawali dengan menyanyikan lagu pembuka yang dipandu oleh Theovilus Suwarto, umat pun menundukan kepala memasuki suasana doa. Lambert Tallulembang selaku pemimpin ibadat memulai pendalaman iman dengan doa pembuka. Inspirasi Injil Markus Bab 3 ayat 7-12 menjadi titik pijak pendalaman iman. “Roh-roh jahat berteriak, ‘Engkaulah Anak Allah.’ Tetapi dengan keras Yesus melarang memberitahukan siapa Dia.” Perikope ini menyadarkan kita, karena roh jahat saja mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah. Bagaimana dengan kita?

Bacaan Injil hari itu mengisahkan perihal banyak orang yang datang mencari Yesus. Mereka ingin lebih dekat dengan-Nya karena Ia adalah Anak Allah yang menyembuhkan dan menyelamatkan. Apa yg dilakukan Yesus telah membuat mereka yakin bahwa Allah hadir ke dunia. Kendati pun sebenarnya banyak yang belum mengetahui secara sungguh sungguh siapa Dia dan apa misi utama-Nya di dunia. Kita pun perlu mencari dan menyertakan Tuhan dalam setiap usaha dan karya kita  supaya pikiran dan rencana kita lebih sejalan dengan Nya. Pertama-tama yang kita upayakan adalah mendekatkan diri dengan-Nya lalu memahami kuasa-Nya. Jangan sampai kita terlalu sibuk memohonkan kuasa-Nya terjadi atas diri dan hidup kita, lalu kita lupa mendekatkan diri melalui doa, Ekaristi, adorasi, serta aktivitas rohani lainnya.

Pukul 20.15 rangkaian pertemuan pun selesai, diakhiri dengan doa penutup. Umat pun meninggalkan tempat pertemuan dengan penuh sukacita. Masing-masing pulang ke rumah membawa niat untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa serta aktivitas rohani lainnya.

Lucia Indarwati

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *