Belajar dan Bertumbuh Bersama Pendamping Iman Anak

Suasana penuh semangat dan kehangatan terasa pada Minggu, 15 Maret 2026, ketika para Pendamping Iman Anak (PIA) dari Paroki Maria Marganingsih Kalasan berkumpul dalam kegiatan Community of Practice (CoP) Pendamping PIA. Pertemuan yang berlangsung pukul 10.00–13.00 WIB ini diadakan di Gereja Wilayah St. Yusup Juwangen. Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang hidup bagi para pendamping yang dengan setia menaburkan iman kepada anak-anak.

CoP kali ini terasa istimewa karena menghadirkan seorang narasumber yang cukup dikenal di dunia maya, yaitu FX Galih Wirahadi, yang akrab dikenal melalui tulisan reflektifnya “Catatan Si Gal”. Para pendamping pun lebih sering memanggilnya dengan hangat dengan panggilan Kak Galih.

Sejak awal pertemuan, suasana terasa cair. Dengan penuh kesabaran dan tawa ringan, Kak Galih tidak menempatkan diri sebagai seorang “pengajar” yang menggurui. Sebaliknya, ia memilih berdiri sejajar dengan para pendamping yang hadir, sebagai sesama peziarah yang sama-sama belajar bagaimana menghadirkan iman kepada anak-anak dengan cara yang kreatif dan relevan.

AI sebagai Sahabat Baru dalam Berkatekese

Dalam pertemuan ini, para pendamping diajak mengenal cara membuat materi bahan ajar pendampingan iman anak dengan bantuan AI (Artificial Intelligence) atau dalam bahasa Indonesia disebut kecerdasan buatan, yakni teknologi yang dirancang untuk meniru cara berpikir dan kecerdasan manusia.

Namun Kak Galih mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat. Fondasi utama tetaplah kedalaman iman dan pemahaman ajaran Gereja. Karena itu, sebelum membuat materi dengan AI, para pendamping diajak kembali pada sumber-sumber iman Gereja. Beberapa rujukan penting yang perlu di baca dan dipelajari antara lain Compendium Katekismus Gereja Katolik, YOUCAT (Youth Catechism of the Catholic Church) dan Kitab Suci Deuterokanonika.

Dengan dasar tersebut, materi yang dihasilkan tetap berada dalam koridor ajaran Gereja, meskipun dikemas dengan pendekatan yang kreatif dan menarik bagi anak-anak.

Belajar teknologi dengan kreatif dalam sesi praktik, para pendamping diperkenalkan dengan beberapa aplikasi berbasis AI yang dapat membantu membuat bahan ajar yang lebih menarik.

Untuk membuat cerita bergambar, digunakan aplikasi Pippit.ai. Sementara untuk mengembangkan visual kreatif dan ilustrasi, digunakan Dreamina CapCut.

Dengan bimbingan Kak Galih, para pendamping mencoba menyusun cerita iman yang sederhana namun penuh makna, lalu mengubahnya menjadi gambar-gambar menarik yang dapat digunakan saat mendampingi anak-anak di sekolah minggu. Bagi sebagian pendamping, ini adalah pengalaman baru. Namun dengan pendampingan yang sabar dan penuh humor, proses belajar terasa ringan dan menyenangkan.

Belajar yang Menghidupkan

Meski siang hari terasa cukup panas, semangat belajar para pendamping tidak surut. Mereka tampak antusias mencoba, bertanya, berdiskusi, bahkan saling membantu. Canda tawa pun beberapa kali pecah ketika para pendamping melakukan gerak dan lagu yang lucu, serta saat berbagi pengalaman ketika mendampingi anak-anak di wilayah dan lingkungan masing-masing. Kisah-kisah sederhana itu justru menjadi sumber inspirasi yang memperkaya satu sama lain. Di tengah kebersamaan itu terasa jelas satu hal bahwa menjadi pendamping iman anak bukan sekadar tugas pelayanan, tetapi panggilan untuk menabur harapan bagi masa depan Gereja.

Waktu yang terasa cepat berlalu tanpa terasa ketika jam telah menunjukkan pukul 13.10 WIB. Setelah sesi belajar yang penuh makna, kegiatan ditutup dengan makan siang bersama yang sederhana namun penuh kehangatan. Sebelum berpamitan, Kak Galih mengajak semua peserta untuk terus belajar dan tidak takut mencoba hal-hal baru dalam berkatekese. Kebersamaan kemudian diakhiri dengan foto bersama, sebagai kenangan dari sebuah perjumpaan yang memperkaya.

Community of Practice hari itu meninggalkan pesan yang kuat bagi para pendamping yakni bahwa Gereja masa depan sedang bertumbuh melalui anak-anak hari ini.Dan para pendamping iman adalah para penabur benih yang setia. Karena itu, semangatnya tetap sama yakni “Mari belajar dan bertumbuh bersama sebagai Pendamping Iman Anak”.

Catatan- Liputan dan foto oleh Maria Magdalena Muji Rahayu

yusupriyas

Pengajar Les Bahasa Inggris SD, SMP/SMA, mahasiswa/umum (conversation, TOEFL/IELTS), penulis buku (lebih dari 70 buku pengayakan bahasa Inggris ), profesional editor & translator, Peminat sastra dan fotografi. Bisa dikontak di 08121598358 atau yusup2011@gmail.com.

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *