Rekoleksi Calon Komuni Pertama: Bersama Keluarga Bertumbuh dalam Cinta Ekaristi

Sebanyak 113 anak calon penerima Komuni Pertama bersama orang tua mengikuti rekoleksi pada Sabtu, 18 April 2026 di Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan. Mengusung tema “Bersama Keluarga Bertumbuh dalam Cinta Ekaristi”, kegiatan ini menjadi momen pendalaman iman yang menyentuh, baik bagi anak-anak maupun orang tua, yang berjalan dalam dua ruang berbeda namun satu tujuan: semakin dekat dengan Yesus dalam Ekaristi.

Sejak pagi, aula seminari dipenuhi semangat dan keceriaan anak-anak. Didampingi oleh para frater—Frater Diego, Frater Kuncoro, dan Frater Aan—anak-anak diajak masuk dalam dinamika yang hidup melalui nyanyian, gerak, dan refleksi iman. Lagu-lagu seperti “Jalan Serta Yesus” dan “di hati ini ada cinta”? menggema, mengantar mereka pada pertanyaan batin yang sederhana namun mendalam: “Yesus, Bagiku Siapa?” “Apakah aku siap jika Yesus hadir di hatiku?” Suasana penuh sukacita ini perlahan berubah menjadi hening saat anak-anak diajak menyadari kehadiran Yesus yang ingin tinggal dalam hati mereka.

Sementara itu, di kapel seminari, para orang tua mengikuti sesi pendalaman bersama Romo Albertus Sadhyoko Raharjo, SJ dan Frater Yoko. Dalam suasana doa yang khusyuk, orang tua diajak untuk semakin memahami Ekaristi sebagai puncak dan sumber kehidupan umat Katolik. Penegasan bahwa Yesus sungguh hadir dalam rupa Tubuh dan Darah-Nya menjadi refleksi mendalam yang menggugah kesadaran iman keluarga.

Dalam sesi sharing, beberapa orang tua mengungkapkan pengalaman iman mereka. Salah satu orang tua membagikan, “Selama ini kami ikut misa, tetapi belum sungguh menghayati bahwa itu adalah perjumpaan pribadi dengan Yesus. Rekoleksi ini membuka hati kami untuk lebih serius mendampingi anak, dimulai dari kebiasaan doa bersama di rumah.” Orang tua lain juga menambahkan bahwa rekoleksi ini menjadi momen untuk memperbaiki relasi keluarga agar lebih berpusat pada Kristus, terutama melalui Ekaristi.

Rekoleksi ini tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga ruang pertobatan dan pembaruan komitmen. Baik anak-anak maupun orang tua disadarkan bahwa penerimaan Komuni Pertama bukan sekadar perayaan, melainkan awal perjalanan iman yang lebih mendalam dalam keluarga.

Kegiatan rekoleksi ditutup dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Albertus Sadhyoko Raharjo, SJ, yang akrab disapa Romo Yoko. Dalam homilinya, beliau mengajak seluruh peserta untuk sungguh mempersiapkan hati sebagai “rumah” bagi Yesus. Ekaristi menjadi puncak rekoleksi yang menyatukan seluruh pengalaman hari itu—sukacita anak-anak, refleksi orang tua, dan rahmat Allah yang bekerja dalam kebersamaan keluarga.

Melalui rekoleksi ini, diharapkan setiap keluarga semakin bertumbuh dalam cinta akan Ekaristi, menjadikan Yesus sebagai pusat hidup, serta menghadirkan kasih-Nya dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *