“Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman” (Yohanes 6:44). Kutipan Injil tersebut menjadi dasar renungan yang disampaikan oleh pemandu, Theresia Desy Putu, pada awal pertemuan rutin Lingkungan St. Bernadetta Temanggal I. Sabda Tuhan ini mengajak seluruh umat untuk semakin merefleksikan panggilan iman, bahwa setiap langkah kehidupan beriman sesungguhnya berawal dari kasih karunia Allah yang senantiasa menuntun umat-Nya kepada keselamatan.

Sebagai bentuk ketekunan dalam hidup menggereja, umat Lingkungan St. Bernadetta Temanggal I secara rutin mengadakan pertemuan setiap hari Kamis sebagai sarana untuk bersama-sama merenungkan Sabda Tuhan, memperdalam iman, dan saling menguatkan dalam persaudaraan. Pertemuan yang dilaksanakan pada hari Kamis, 23 April 2026 ini dihadiri oleh 18 umat yang dengan penuh semangat hadir untuk mengambil bagian dalam doa dan refleksi bersama. Kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa komunitas umat terus bertumbuh dalam iman dan pengharapan kepada Allah.

Melalui bacaan Injil Yohanes 6:44-51, umat ditegaskan bahwa keselamatan merupakan inisiatif Allah sepenuhnya, bukan semata-mata hasil usaha manusia. Manusia tidak dapat datang kepada Yesus untuk beroleh hidup kekal tanpa ditarik oleh kasih karunia Bapa, dan mereka yang datang akan dibangkitkan pada akhir zaman. Oleh karena itu, sebagai umat Allah, kita diajak untuk terus bertekun dalam doa, hidup dalam kasih, dan mewujudkan iman melalui tindakan nyata kepada sesama, khususnya kepada kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD). Dengan demikian, kehidupan beriman tidak hanya berhenti pada doa, tetapi juga diwujudkan melalui pelayanan dan kepedulian bersama Gereja bagi mereka yang membutuhkan.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Suryani Oktarina



