045 St. Yohanes Pembaptis Karangnongko: Sarasehan Rutin : Iman dan Percaya

Pada hari Kamis, 16 April 2026 umat Lingkungan St. Yohanes Pembaptis Karangnongko telah melaksanakan kegiatan sarasehan di kediaman Keluarga Agustinus Ranto. Pertemuan ini dipandu oleh Didik Lukito sebagai tim pewarta. Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh keterbukaan antarumat.

Tema sharing kali ini adalah tentang iman dan percaya, serta bagaimana umat memaknai perjalanan iman yang mereka alami. Dalam permenungan bersama, ditegaskan bahwa percaya kepada Yesus Kristus akan membawa kita pada kehidupan. Beriman berarti percaya, namun percaya saja belum tentu menunjukkan iman yang sejati—iman menuntut penyerahan diri dan pengandalan penuh kepada Tuhan.

Sebanyak 21 umat hadir dan terlibat aktif dalam sesi sharing. Dalam kesempatan tersebut, masing-masing membagikan pengalaman hidup mereka dalam menemukan cahaya iman dalam Yesus Kristus. Berbagai kesaksian yang disampaikan menjadi penguatan bersama bahwa Tuhan senantiasa hadir dan bekerja dalam perjalanan hidup umatNya.

Dalam sesi kesaksian, Pak Agung membagikan pengalaman ketika Tuhan menyelamatkannya dari kecelakaan, sementara Pak Yanto bersyukur atas berkat dan nafas hidup yang terus dianugerahkanNya setiap hari. Pak Wahyu menegaskan komitmennya sebagai “100% Indonesia, 100% Katolik” serta selalu bersyukur atas kesehatan dan keselamatan yang diterimanya merupakan mujizat Tuhan. Bu Lusi menyadari bahwa rencana Tuhan selalu lebih indah dari yang dibayangkan manusia. Rina pun merasa dipilih Tuhan untuk menjadi seorang Katolik. Bu Yanti meyakini bahwa Tuhan berkuasa dan iman akan membawa keselamatan hidup.

Selain itu Bu Sulno menceritakan perjalanan panjang dalam memilih iman Katolik karena merasakan kasih Allah yang nyata dalam hidupnya. Bu Susan membagikan pengalaman iman sejak kecil melalui teladan orang tua yang tekun hidup dalam doa dan novena, hingga akhirnya meyakini kehadiran Tuhan. Bu Dewi merasakan penyertaan Tuhan sejak kecil dalam berbagai pengalaman keselamatan hidup. Pak Ranto mengalami perubahan dari tidak percaya menjadi percaya setelah melihat kesaksian orang lain. Bu Ningsih merasakan iman yang terus bertumbuh meskipun di tengah berbagai tantangan hidup. Rinta membagikan pengalaman merasakan karya Tuhan dalam menghadapi sakit penyakit. Mbak Tri menemukan kekuatan dari Tuhan dalam menghadapi pergumulan dalam pernikahan, sedangkan Bu Wara menyaksikan buah doa dalam keluarganya yang semakin diteguhkan sebagai anak-anak Allah. Sementara itu, Bu Sehono mengisahkan perjalanan iman yang panjang dan penuh tantangan, namun Tuhan selalu hadir memberikan kekuatan dalam setiap langkah kehidupannya.

Dari seluruh sharing yang dibagikan, dapat disimpulkan bahwa iman bukan hanya sekadar percaya, tetapi juga mengandalkan Tuhan dalam setiap situasi hidup. Ketika seseorang sungguh percaya, bahkan satu keluarga pun dapat merasakan keselamatan. Dalam setiap proses kehidupan, baik suka maupun duka, selalu ada sukacita dan mujizat yang nyata ketika umat mampu bertahan dan tetap setia dalam iman kepada Tuhan.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Rina Wijayandari

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *