Kenduri dan doa memule bagi yang berpulang merupakan tradisi umat Katolik yang baik untuk dilestarikan. Demikian halnya dengan umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir, melestarikan tradisi baik ini untuk mendoakan jiwa umat lingkungan yang berpulang dan memberikan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Hari Jumat Pon tanggal 27 Maret 2026 pukul tiga sore, beberapa pengurus lingkungan hadir dalam doa kenduri bagi jiwa adik Benediktus Asher Natanuel dipandu oleh Yohanes Baptista Topo Kusnandar. Kenduri yang telah didoakan kemudian dibagikan kepada umat yang hadir dan tetangga kanan kiri sebagai bentuk ucapan terima kasih karena telah menjadi bagian dari adik Asher selama hidupnya. Sekaligus memohon doa agar jiwanya beristirahat dalam kedamaian abadi dan menjadi pendoa bagi orang tua dan keluarga yang ditinggalkan, serta keluarga diberi kekuatan dan penghiburan. Malam harinya pada pukul 19.00 WIB umat LGAK dan beberapa umat dari berbagai lingkungan berkumpul kembali untuk melaksanakan doa memule yang dipandu oleh RB Sarbini Ari Purnomo. Doa memule untuk adik Asher akan dilaksanakan keluarga selama 7 (tujuh) hari berturut-turut, baik bersama umat LGAK maupun mengundang umat dari berbagai lingkungan.

Rangkaian ibadat memule hari ke-2 diakhiri pada pukul 20.00 WIB. Tujuh puluh (70) umat yang hadir segera pamit pulang untuk melanjutkan aktivitas masing-masing bersama keluarga. Imanuel Tony Eko Laksono dan Anatacia Mandala Sari yang masih dalam suasana duka melepas umat yang pamit pulang. Umat pun pulang membawa harapan, keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki semangat dan harapan bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi kekuatan umat-Nya.





