Umat Katolik di Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir merupakan bagian dari masyarakat setempat yang masih memelihara tradisi budaya Jawa. Salah satu tradisi yang masih dihidupi masyarakat dan umat Katolik adalah doa kenduri. Doa kenduri dilakukan sebagai ucapan terima kasih karena yang berpulang pernah menjadi bagian dari masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memohonkan ampun atas segala dosa, serta memohon doa agar jiwanya dapat beristirahat dalam damai. Doa memule dilakukan untuk mendoakan jiwanya dan memberikan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Minggu sore pukul 15.00 WIB di tanggal 19 April 2026 keluarga Ibu Theresia Alit Ribut mengundang umat lingkungan dalam doa kenduri, dipimpin oleh RB Sarbini Ari Purnomo. Malam harinya, pada pukul 19.00 WIB diadakan doa memule dipimpin oleh prodiakon yang sama. Tujuh puluh (70) umat hadir untuk memanjatkan doa bagi jiwa Bu Sari dan memberikan penghiburan bagi keluarga yang masih berduka.

Jika kita hidup di dalam Kristus, maka kematian adalah suatu keuntungan. Karena jika kita hidup menurut perintah-Nya, maka kita hidup untuk Kristus. Sebagai umat beriman kita tidak hidup untuk diri sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan (Roma 14: 8). Semoga kita pun dapat meneladan hal-hal baik dalam kehidupan beriman yang diwariskan Bu Sari kepada anak-anaknya.





