Pada hari Minggu Legi, 19 April 2026 Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir kehilangan salah satu umat terbaiknya. Ibu Theresia Alit Ribut sekira pukul 06.00 WIB dipanggil pulang ke rumah Bapa di surga. Berita yang cukup mengejutkan mengingat tidak ada kabar sakit di hari-hari sebelumnya. Namun, rencana Tuhan tetaplah yang terbaik.

Dalam Misa Requem yang dipersembahkan oleh Romo FX Murdi Susanto, Pr. disampaikan bahwa menurut ajaran Katolik kematian adalah akhir dari peziarahan duniawi dan awal kehidupan kekal, di mana jiwa terpisah dari raga untuk menghadap pengadilan khusus. Jiwanya akan menuju surga, neraka, atau purgatori (api penyucian), dan pada akhir zaman akan mengalami kebangkitan badan. Kematian bukanlah akhir segalanya, melainkan pintu menuju perjumpaan dengan Allah. Empat ratusan umat tampak khusyuk mengikuti misa requem dan memberikan penghormatan terakhir sebelum penutupan peti.

Setelah umat yang hadir melayat dan masyarakat sekitar memberikan penghormatan terakhir, dilanjutkan dengan ibadat pemberangkatan ke pemakaman. Rangkaian ibadat pemberangkatan dan pemakaman dipimpin oleh prodiakon Yohanes Baptista Topo Kusnandar. Rangkaian acara mulai dari persiapan, misa requem, dan pemakaman berjalan lancar hingga akhir. Selamat jalan Bu Sari, demikian umat biasa menyapa, selamat beristirahat dalam kedamaian abadi di rumah Bapa di surga.





