Umat Lingkungan St. Paulus Ngaglik melaksanakan sembahyangan rutin di kediaman Antonius Toni Setya Budi pada Minggu, 14 Juni 2026 pukul 19:00 WIB. Sebanyak 16 umat hadir dengan penuh iman. Pertemuan ini menjadi momen penting untuk saling menguatkan dan merawat persaudaraan, sekaligus wujud nyata kesiapan umat dalam menanggapi perutusan Tuhan di tengah masyarakat.

Renungan malam itu mengingatkan bahwa panggilan Tuhan tidak berhenti pada menerima berkat saja. Dipanggil berarti diutus untuk membagikan kasih dan pertolongan secara nyata kepada sesama, seperti yang dilakukan para rasul. Kita tidak harus sempurna, cukup bersedia melangkah menjadi perpanjangan tangan Tuhan di dunia.

Tuhan memanggil kita bukan untuk diam, melainkan untuk diutus menjadi berkat. Sesudah menerima kasih dan kebaikan-Nya, kita wajib membagikannya kepada sesama yang letih. Tuhan tidak mencari kesempurnaan kita, melainkan kesediaan. Berita sukacita ini diharapkan mampu menggerakkan umat Lingkungan St. Paulus Ngaglik untuk menjadi alat pertolongan Tuhan di tengah masyarakat melalui tindakan-tindakan nyata, jujur, dan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Antonius Kristanto




