Pada Senin pagi, 20 Juli 2026 pukul 06.00 WIB, suasana hening di Gereja Maria Marganingsih Kalasan berubah menjadi alunan pujian yang menghangatkan hati. Sebanyak enam belas umat dari Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan dan Lingkungan Santo Yohanes Pembaptis Sembur bersatu dalam pelayanan koor pada Misa Harian Pekan Biasa XVI yang dipimpin oleh Rm. Yohanes Ngatmo, Pr. Kehadiran mereka menjadi ungkapan syukur sekaligus persembahan kasih kepada Tuhan melalui harmoni suara yang dipersembahkan dengan tulus. Dari Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan, enam umat yang ambil bagian dalam pelayanan ini adalah Yohanes Pembaptis Sumaryadi, Clara Henny, Maria Theresia Sri Wahyunani, Theresia Ildayati, Theresia Eva Haryanti, dan Bernadheta Dwi Novi.

Liturgi Sabda menghadirkan bacaan pertama dari Mikha 6:1–4, 6–8 dan Injil Matius 12:38–42. Dalam homilinya, Rm. Yohanes Ngatmo, Pr mengajak umat untuk menyadari bahwa Allah tidak terutama menghendaki tanda-tanda yang spektakuler ataupun ritual yang berhenti pada penampilan lahiriah. Yang berkenan di hadapan-Nya adalah pertobatan yang nyata, yakni hidup yang memancarkan keadilan, kasih, kerendahan hati, dan kesediaan untuk terus diperbarui dari hari ke hari.

Pelayanan sederhana yang dipersembahkan oleh keenam belas umat dari kedua lingkungan, bersama Gita yang setia mengiringi dengan alunan organ, menghadirkan suasana liturgi yang teduh dan penuh penghayatan. Lagu pembuka “Ya Tuhan Bimbing Aku” (Puji Syukur No. 684) mengantar umat memasuki perayaan Ekaristi dengan hati yang terbuka, sementara lagu penutup “Kudapatkan di Hatiku” (Puji Syukur No. 951) menjadi peneguh iman untuk melangkah kembali dalam kehidupan sehari-hari. Di sela-sela perayaan, Mazmur Tanggapan “Siapa yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah” menggema sebagai undangan untuk hidup dalam kejujuran dan kesetiaan kepada Tuhan.

Semoga pelayanan yang lahir dari semangat kebersamaan ini menjadi benih yang terus bertumbuh di tengah kehidupan menggereja. Kiranya semakin banyak umat tergerak untuk mengambil bagian dalam pelayanan liturgi sesuai talenta yang dianugerahkan Tuhan. Dan semoga setiap nada yang dilantunkan tidak berhenti sebagai nyanyian yang indah di dalam gereja, melainkan terus bergema menjadi kesaksian kasih, pengharapan, dan penghiburan bagi sesama dalam setiap langkah kehidupan.
Catatan : Foto dikirim oleh Yohanes Pembaptis Sumaryadi




