041 St. Bartolomeus Brintikan: Mengalunkan Harmoni Iman, Mempersiapkan Pelayanan Koor untuk Misa Peringatan 100 Hari Berpulangnya Marcelinus Yunanto

Pada Senin malam, 20 Juli 2026 pukul 19.00 WIB, suasana penuh kehangatan dan persaudaraan menyelimuti kediaman Theresia Eva Haryanti di Dusun Brintikan RT 03, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Sebanyak sepuluh umat Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan berkumpul dalam sebuah latihan koor sebagai bentuk persiapan untuk mengiringi Misa Arwah Peringatan 100 Hari Berpulangnya Marcelinus Yunanto, yang akan diselenggarakan pada Rabu, 22 Juli 2026 pukul 19.00 WIB dan dipimpin oleh Rm. Ignatius Fajar Kristianto, Pr. Pertemuan sederhana ini bukan sekadar latihan menyelaraskan nada dan irama, melainkan juga menjadi momentum untuk mempersiapkan hati, memperteguh iman, serta menghadirkan persembahan terbaik bagi Tuhan melalui pelayanan musik liturgi.

Kegiatan diawali dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Yohanes Pembaptis Sumaryadi. Dalam suasana yang hening dan penuh pengharapan, seluruh umat bersama-sama memohon penyertaan serta berkat Tuhan agar setiap proses latihan berjalan dengan lancar dan pelayanan koor pada perayaan ekaristi nanti dapat terlaksana dengan baik. Doa tersebut menjadi pengingat bahwa setiap pelayanan di Gereja bukan semata-mata mengandalkan kemampuan manusia, melainkan lahir dari hati yang berserah dan setia kepada kehendak Tuhan. Sejak awal pertemuan, terpancar semangat kebersamaan yang hangat, diselingi senyum, canda, dan kekompakan yang semakin mempererat tali persaudaraan di antara umat.

Latihan koor kali ini dipandu oleh Bernadheta Dwi Novi, yang merupakan putri dari almarhum Marcelinus Yunanto. Kehadirannya memberikan makna yang begitu mendalam karena di tengah rasa kehilangan, ia tetap dengan tulus mempersembahkan talenta yang dimilikinya untuk melayani Tuhan dan mendampingi umat dalam mempersiapkan nyanyian liturgi. Latihan berlangsung dengan penuh semangat, disertai saling mendukung dan saling menguatkan sehingga setiap peserta semakin percaya diri dalam menjalankan tugas pelayanan.

Beberapa lagu yang dipersiapkan untuk mengiringi perayaan ekaristi tersebut antara lain “Ya Tuhan, Pandang Hamba-Mu” sebagai lagu pembuka, “Aku Datang Pada-Mu” sebagai lagu persembahan, “Tuntun Aku, Tuhan Allah” sebagai lagu komuni, serta “Bersoraklah, Umat Kristus” sebagai lagu penutup. Setiap lagu dipilih dengan penuh pertimbangan agar mampu mengiringi jalannya liturgi secara khidmat sekaligus menjadi ungkapan iman, pengharapan, dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan. Alunan syair-syair rohani tersebut diharapkan menjadi doa yang mengalir indah, menghantar seluruh umat untuk mengenangkan kehidupan almarhum sekaligus meneguhkan keyakinan akan janji kehidupan kekal di dalam Kristus.

Lebih dari sekadar persiapan teknis, latihan koor ini menjadi sarana pembinaan rohani yang mempererat persaudaraan antarumat. Dalam setiap nada yang dilatih, tersirat semangat pelayanan yang tulus; dalam setiap harmoni yang dibangun, tumbuh rasa saling melengkapi sebagai satu tubuh Kristus. Kebersamaan yang terjalin pada malam itu menjadi gambaran indah bahwa pelayanan Gereja selalu bertumbuh dari hati yang rela berbagi waktu, tenaga, dan talenta demi kemuliaan Tuhan.

Melalui latihan ini, umat Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan diharapkan semakin siap, baik secara musikal maupun spiritual, untuk mengemban tugas pelayanan dalam Misa Arwah Peringatan 100 Hari Berpulangnya Marcelinus Yunanto. Besar harapan agar seluruh rangkaian liturgi dapat berlangsung dengan khidmat, lancar, dan penuh penghayatan, sehingga nyanyian yang dipersembahkan tidak hanya menjadi penghias perayaan, tetapi juga menjadi doa yang mengangkat hati setiap umat kepada Tuhan.

Setelah seluruh rangkaian latihan koor selesai dan dirasa cukup, suasana keakraban semakin terasa ketika seluruh umat berkumpul menikmati hidangan sederhana berupa minuman dan makanan ringan yang telah disiapkan dengan penuh kasih oleh tuan rumah. Sebelum seluruh umat kembali ke kediaman masing-masing, kegiatan ditutup dengan doa penutup yang kembali dipimpin oleh Yohanes Pembaptis Sumaryadi.

Dengan hati yang penuh sukacita dan semangat pelayanan, umat pun meninggalkan tempat latihan sambil membawa harapan agar kebersamaan yang terjalin malam itu senantiasa menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan menggereja yang semakin rukun, kompak, dan penuh kasih.

Catatan : Foto dikirim oleh Bernadeta Apik Dwiyati

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *