Sudah menjadi tradisi umat Katolik, misa memule diadakan untuk memperingati wafatnya seseorang yang telah dipanggil Bapa ke surga. Pada hari Minggu 21 Juni 2026 umat Lingkungan Lukas Somodaran kembali berkumpul untuk mengadakan doa bersama dalam Misa Memule peringatan 1000 hari Ibu MM.Ngadiyem Widi Susanto. Umat dari berbagai lingkungan lain pun turut hadir untuk mendoakan. Acara dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB di kediaman Fx Supriyanto. Misa dipimpin oleh Romo Murdi Susanto, Pr dibantu oleh 2 prodiakon Florentina Rini Astuti dan Bonaventura Satya.

Acara diawali dengan sambutan Ketua Lingkungan Martinus Yuni Sisworo. Dilanjutkan lagu pembuka dengan iringan koor Lingkungan di bawah koordinator Wiwik dan Agatha sebagai dirigen. Misa berjalan dengan khidmat dan lancar. Semua umat yang hadir mendoakan bersama-sama untuk kehidupan abadi di surga almarhumah Ibu MM. Ngadiyem Widi Susanto. Sebelum misa selesai, terlebih dahulu diadakan doa pemberkatan bunga tabur yang akan diberikan di makam keesokan harinya. Setelah itu dilanjutkan dengan berkat penutup, kemudian ucapan terima kasih dari perwakilan keluarga kepada umat sekalian yang telah menyempatkan waktunya untuk turut hadir mendoakan almarhumah.

Pukul 20.00 WIB misa selesai dan dilanjutkan dengan pelepasan burung merpati. Pelepasan burung merpati dalam misa memule 1000 hari merupakan tradisi masyarakat Jawa dan dari terang iman Katolik memiliki makna simbolis bahwa almarhumah telah memasuki hidup yang baru. Melambangkan kepergian jiwa almarhumah menuju kehidupan kekal di hadapan Tuhan, melambangkan kehadiran Roh Kudus, kedamaian, serta penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan. Setelah pelepasan merpati tersebut, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan menikmati hidangan yang telah disediakan keluarga tuan rumah.

Catatan: Tulisan dan foto dikirim oleh Lingkungan St.Lukas Somodaran




