Menurut tradisi budaya kita, doa peringatan arwah seribu hari merupakan doa peringatan arwah yang terakhir diselenggarakan. Pada hari Jumat tanggal 7 November 2025 pukul 19.00 WIB umat Lingkungan Ignatius Loyola menghadiri doa peringatan arwah 1000 hari Maria Rujinem Martorejo dipanggil Bapa di surga, memenuhi undangan keluarga Agustinus Boimin. Doa peringatan 1000 hari untuk arwah Maria Rujinem Martorejo ini dipimpin oleh prodiakon Fransiska Suratinah yang dihadiri oleh 25 umat. Diawali dengan lagu pembukaan dari PS 325 ‘Ku Gembira Kau Berkata’, yang dipimpin oleh Exsuperantia Sapto Warsi, umat mulai memasuki ibadat dengan khidmad.

Dalam ibadat peringatan arwah 1000 ini, kita diajak untuk mendengarkan Injil dari Yohanes 17 : 24-26. Dalam renungan, prodiakon Fransiska Suratinah menyampaikan tiga hal pokok yang bisa kita ambil dari peristiwa ini. Pertama, kita menyerahkan diri kita kepada kasih Allah yang tiada batas. Betapa Allah sangat mengasihi kita dari awal kita lahir sampai pada kematian. Kedua, kita diingatkan agar kita selalu diarahkan pada Allah, Sang Sumber Hidup. Apa pun yang kita punyai, seperti harta, kecantikan, kepandaian adalah sebuah sarana untuk memuliakan Allah. Ketiga, kita adalah milik Allah yang akan kembali kepada Allah. Suatu saat nanti kita akan kembali sebagai milik Allah. Peringatan arwah 1000 hari juga ditandai dengan berbagai simbol yaitu pemasangan nisan dan pelepasan burung merpati. Setelah doa ibadat selesai pada pukul 19.40 WIB acara dilanjutkan dengan pelepasan burung merpati. Pelepasan burung merpati melambangkan keluarga sudah ikhlas bahwa Maria Rujinem Martorejo mengalami hidup baru di Rumah Bapa, pelepasan terhadap penderitaan duniawi dan penyertaan Roh Tuhan atas keluarga yang ditinggalkan.

Walaupun peringatan ini telah berakhir tapi doa untuk Maria Rujinem Martorejo akan selalu dilakukan oleh keluarga. Semoga teladan baik beliau, kesetiaan beliau dalam iman kepada Tuhan sampai akhir hayat dapat diteruskan oleh keluarga.

Catatan: Tulisan dan foto dikirim oleh Stevanus Purwantara


