011 Brayat Minulyo Kadirojo II: Doa Lingkungan

Sembahyangan rutin malam Jumat yang diselenggarakan oleh umat Lingkungan Brayat Minulyo Kadirojo pada hari Kamis, 24 Juli 2025, kembali menjadi momen rohani yang mempererat ikatan batin dan iman umat. Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, doa bersama malam itu dipimpin oleh Bapak Ignatius Karyono, seorang tokoh umat yang senantiasa setia melayani dalam semangat kasih dan kesederhanaan.

Perjumpaan rohani tersebut bertempat di kediaman keluarga Poly Endaryanto, yang dengan tulus membuka pintu rumah dan hatinya untuk menjadi tuan rumah bagi umat yang hadir. Sekitar 40 umat Lingkungan Brayat Minulyo berpartisipasi dalam sembahyangan ini, memenuhi ruangan dengan doa, nyanyian pujian, serta kehangatan persaudaraan yang menyatu dalam terang iman Kristiani.

Bacaan-bacaan suci yang digunakan dalam sembahyangan malam ini mengacu pada liturgi harian, yang mengundang umat untuk merenungkan sabda Allah dalam keseharian hidup mereka. Bacaan pertama diambil dari Kitab Keluaran 19:1-2, 9-11, dan 16-20b, yang menggambarkan peristiwa agung saat Tuhan menampakkan diri di Gunung Sinai di hadapan seluruh umat Israel. Dalam kisah ini, diceritakan bagaimana umat Israel, setelah keluar dari tanah Mesir, berkemah di kaki Gunung Sinai, sebuah tempat perjanjian dan pertemuan suci antara Allah dan umat-Nya.

Bacaan Injil pada malam ini diambil dari Injil Matius 13:10–17, yang menyajikan pengajaran Yesus tentang alasan Ia berbicara kepada orang banyak dalam bentuk perumpamaan. Dalam kutipan ini, para murid bertanya kepada Yesus, “Mengapa Engkau berbicara kepada mereka dalam perumpamaan?” Yesus kemudian menjelaskan bahwa melalui perumpamaan, kebenaran Kerajaan Allah dapat dijelaskan dengan cara yang sederhana namun penuh makna, agar lebih mudah dipahami oleh hati yang terbuka dan siap menerima sabda Tuhan.

Sembahyangan malam Jumat ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi ruang perjumpaan antara umat dan Tuhan, serta antarumat sendiri—menguatkan satu sama lain dalam perjalanan hidup dan pelayanan. Dalam doa-doa yang terucap dan keheningan yang merenung, tercipta suasana yang damai, penuh harapan, dan memperbarui semangat untuk terus bertumbuh dalam kasih dan pengabdian.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Marcus Wisnuhandoko

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *