Jika boleh memilih, setiap orang akan memilih selalu sehat dan dijauhkan dari segala sakit penyakit. Oleh karena itu, sebagian di antara kita memilih menjaga kesehatan dengan berolah raga dan mengkonsumsi makanan sehat. Kenyataannya, sebagaimanapun kita berusaha dan menjaga semuanya, yang terjadi tidak selalu sesuai dengan harapan. Adakalanya kondisi tubuh lemah sehingga tidak terhindar dari sakit. Demikian halnya yang dialami Theresia Yuliastutie, umat Lingkungan Gregorius Agung Kaliajir. Dalam beberapa hari pada minggu pertama di bulan Agustus 2025, ibu dua (2) orang anak dan tiga (3) orang cucu ini tumbang dan harus dirawat intensif di rumah sakit. Kondisi jantungnya sedikit mengalami gangguan sehingga harus diobservasi agar dapat diambil tindakan medis secara tepat. Setelah kondisinya membaik, Theresia Yuliastutie diizinkan pulang.

Pada hari Senin, 11 Agustus 2025 pukul 5 sore atau pukul 17.00 WIB dua puluh (20) umat LGAK berkesempatan menengok di rumahnya. Setelah berdoa bersama, umat pun menanyakan gejala awal sakit yang dirasakan. Dengan antusias prodiakon perempuan LGAK ini menceritakan kronologis sakitnya sejak berada di rumah hingga dibawa ke rumah sakit oleh putrinya, hingga mendapat informasi dari dokter yang merawatnya tentang penyakit yang dideritanya. Meskipun senyum ceria menghiasi wajahnya, tetapi tidak cukup menutupi kondisi fisik yang masih tampak lemah. Sesekali Yulie menyapu peluh yang mengalir deras membasahi tubuhnya, sebagai efek kondisi jantung yang masih dalam proses pemulihan. Ada kelegaan yang dirasakan Yuli karena putrinya dengan sigap segera membawanya ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan terbaik. “Hal ini menyadarkan saya bahwa kita saat ini memang harus peka dengan kondisi tubuh masing-masing. Ojo leleh luweh dengan tubuh apabila merasakan tidak enak badan,” ungkap Yuli. Umat yang hadir pun mendengarkan dengan baik dan memetik manfaatnya.

Mengakhiri anjangsana kasih sore itu, umat LGAK yang hadir menutupnya dengan berdoa Malaikat Tuhan bersama-sama yang ditutup dengan berkat penutup dipimpin oleh RB Sarbini Ari Purnomo. Umat pun pamit pulang membawa sukacita dalam kasih dan kebersamaan.





