041 St. Bartolomeus Brintikan: Pertemuan Pertama Bulan Kebangsaan

Keuskupan Agung Semarang (KAS) mengajak seluruh umat Paroki Maria Marganingsih Kalasan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan kebangsaan sebagai Warga Negara Indonesia, sekaligus memperdalam iman Katolik, melalui rangkaian Pertemuan Katakese Kebangsaan bertema “Berjumpa dengan Kasih Yesus Kristus dan Bergerak di Tengah Masyarakat.”

Pertemuan perdana mengangkat subtema “Keluarga Menumbuhkan, Mentradisikan, dan Menghidupi Semangat Kerasulan.” Di Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan, acara ini diadakan pada Kamis, 14 Agustus 2025 pukul 19.00 WIB di kediaman Yohanes Pembaptis Sumaryadi, Dusun Sanan Brintikan RT 06, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Sebanyak 18 umat hadir dan mengikuti kegiatan yang dipandu oleh Ketua Lingkungan, FX. Kristyanto Nugroho.

Dalam pengantar sebelum doa pembuka, Kristyanto menegaskan bahwa keluarga adalah institusi ilahi, sebuah persatuan yang telah ditanamkan Allah dalam kodrat manusia sejak penciptaan. Keluarga menjadi tempat pertama dan utama bagi pembentukan dasar kehidupan pribadi, dengan tugas untuk menumbuhkan, mengakar, dan mentradisikan nilai-nilai iman Kristiani serta membangun kesadaran hidup bersama.

Setelah doa pembuka, selanjutnya umat diajak sharing mengingat kembali janji perkawinan, khususnya untuk mendidik anak secara Katolik. Berbagai cara diungkapkan, mulai dari mengajak anak ke gereja, mempersiapkan penerimaan sakramen inisiasi, berdoa bersama, membaca Kitab Suci, menyekolahkan anak di sekolah Katolik, hingga mendorong mereka memilih pasangan seiman. Namun, diakui pula adanya tantangan, terutama ketika anak mulai beranjak dewasa dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai atau permainan bersama teman-temannya.

Dalam pergaulan (srawung), orang tua diingatkan untuk mengawasi agar anak tidak terjerumus pada pergaulan yang kurang baik, sekaligus memberikan teladan nyata dalam perilaku sehari-hari. Tiga umat, yaitu Ganesh, Krisna, dan Joy, hadir mewakili remaja dan anak-anak, dengan berbagi pengalaman tentang kebiasaan berdoa bersama orang tua sebelum makan, sebelum beraktivitas, dan menjelang tidur.

Pada bagian doa umat, seluruh hadirin memanjatkan “Doa untuk Keluarga” dari buku Puji Syukur No. 162, yang dilanjutkan dengan Doa Bapa Kami dan doa penutup. Pertemuan yang berlangsung sekitar 75 menit ini diakhiri dengan kebersamaan sambil menikmati teh hangat dan makanan ringan yang telah disediakan oleh tuan rumah.

Catatan : Foto dikirim oleh Bernadeta Apik Dwiyati

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *