041 St. Bartolomeus Brintikan: Hangatnya Persaudaraan di Tengah Sakit dan Hujan Rintik

Umat Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan kembali meneguhkan makna kebersamaan dan kepedulian yang hidup di tengah persekutuan mereka dengan menjenguk salah satu anggota yang tengah diuji oleh sakit. Dalam keheningan sore yang diselimuti rintik hujan, mereka melangkah menuju kediaman Fransiskus de Paula Suparman, yang baru saja kembali dari perawatan selama tiga hari di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta akibat gangguan saluran kencing. Meski tidak semua umat dapat hadir karena berbagai tanggung jawab yang tak dapat ditinggalkan, kehadiran lima orang perwakilan umat pada Jumat sore, 10 April 2026 pukul 17.00 WIB di Dusun Brintikan RT 03, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, telah menjadi tanda nyata bahwa kasih tidak diukur dari jumlah, melainkan dari ketulusan hati yang menyertainya.

Kedatangan rombongan kecil ini disambut dengan hangat oleh keluarga Suparman, menghadirkan suasana penuh keakraban dan penghiburan. Dalam perjumpaan yang sederhana namun sarat makna itu, Bernadetha Sudaryani memimpin doa, memohon rahmat kesembuhan dan pemulihan bagi Suparman. Doa yang terucap lirih namun penuh iman itu mengalir membawa harapan, agar beliau segera dipulihkan kesehatannya dan dapat kembali beraktivitas serta berkumpul bersama umat dalam kehidupan menggereja di lingkungan.

Kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan, melainkan perpanjangan tangan kasih Tuhan yang menyapa dan menguatkan. Sekitar setengah jam kebersamaan itu pun berlalu dengan hangat, meninggalkan jejak sukacita kecil yang menguatkan hati. Rombongan kemudian berpamitan untuk kembali ke rumah masing-masing, membawa serta harapan dan doa yang terus menyertai.

Dalam kesederhanaan peristiwa ini, terlukis indah wajah Gereja yang hidup: penuh solidaritas, saling menopang, dan hadir dalam suka maupun duka. Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan sekali lagi menunjukkan bahwa dalam kebersamaan, setiap luka dapat diringankan, dan setiap beban menjadi lebih ringan ketika dipikul bersama dalam kasih.

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *