041 St. Bartolomeus Brintikan: Ibadat Lingkungan Bulan Maret

Ibadat Rutin Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan pada bulan Maret 2026 diselenggarakan pada hari Minggu, 8 Maret 2026 pukul 18.30 WIB di kediaman Yohanes Sulistyanto, Dusun Brintikan RT 03, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Dalam suasana senja yang tenang dan penuh harap, umat berkumpul untuk memuji dan memuliakan Tuhan dalam kebersamaan iman. Ibadat kali ini menjadi ujub khusus dari tuan rumah yang memohon doa bagi almarhum ayahnya, Yohanes Triatmaja, yang genap 26 tahun berulang tahun dalam kehidupan abadi bersama Bapa di surga. Doa juga dipanjatkan bagi almarhumah Theresia Triwahyuni, kakak dari tuan rumah, yang dua bulan lalu dipanggil Tuhan. Sebanyak dua puluh satu umat hadir mengikuti ibadat yang dipimpin oleh Prodiakon Clara Henny.

Sebelum ibadat dimulai, Ketua Lingkungan, Hilarius Yudi Lasyanto, menyampaikan pengantar serta beberapa pengumuman terkait kegiatan lingkungan, wilayah, dan paroki. Setelah itu, suasana ibadat pun dimulai dengan penuh khidmat. Lagu pembuka “Ya Tuhan, Pandang Hamba-Mu” dari Puji Syukur nomor 328 mengalun lembut, mengantar hati umat memasuki permenungan. Bacaan Kitab Suci diambil dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (2 Korintus 1:3–5) yang dibacakan oleh Yohanes Sulistyanto, dilanjutkan dengan lagu antar bacaan “Bahasa Cinta”. Bacaan Injil diambil dari Injil Yohanes 15:9–12 yang mengajak umat untuk tetap tinggal dalam kasih Tuhan dan saling mengasihi satu sama lain.

Ibadat dilanjutkan dengan doa Rosario Peristiwa Mulia yang didaraskan bersama penuh penghayatan. Umat kemudian memanjatkan Doa Umat, Doa Bapa Kami, serta doa penutup sebagai ungkapan syukur dan penyerahan diri kepada Tuhan. Lagu dari Mazmur 23, “Tuhan adalah Gembalaku”, menjadi penutup ibadat yang meneguhkan iman akan penyertaan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan. Setelah ibadat usai, umat tidak langsung beranjak pulang. Dalam suasana hangat dan penuh persaudaraan, mereka saling berbincang sambil menikmati jahe hangat, aneka kudapan, serta bakmi yang dengan penuh kasih telah disiapkan oleh tuan rumah. Kebersamaan sederhana itu menjadi peneguh bahwa iman tidak hanya dihayati dalam doa, tetapi juga dalam keakraban dan kasih persaudaraan.

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *