041 St. Bartolomeus Brintikan: Pertemuan Kedua Katekese Bulan Kebangsaan

Pertemuan kedua Katekese Bulan Kebangsaan Keuskupan Agung Semarang (KAS) mengangkat subtema “Jemaat Lingkungan Srawung di Tengah Masyarakat.” Di Lingkungan Santo Bartolomeus Brintikan, kegiatan ini diselenggarakan pada hari Kamis, 21 Agustus 2024, pukul 19.00 WIB, bertempat di kediaman Yohanes Danang Kurniawan yang terletak di Dusun Sanan Brintikan RT 06, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Sebanyak 19 umat hadir dalam pertemuan yang dipandu oleh Hilarius Yudi Lasyanta.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu “Betapa Kita Tidak Bersyukur” (bait pertama) dari Puji Syukur No. 707 yang dipandu oleh Ketua Lingkungan, FX. Kristyanto Nugroho. Setelah doa pembuka, Yudi menyampaikan inti katekese. Pertama, lingkungan diajak membangun etos kerja yang mampu meningkatkan mutu hidup umat beriman sekaligus kesejahteraan masyarakat. Etos kerja ini menjadi pengejawantahan lima pokok dalam Kebijakan Dasar tentang Pastoral Lingkungan (KDPL), yakni: Jati Diri Kristiani, Persekutuan Iman dan Cinta Kasih, Pewartaan Kristiani, Kehidupan Beragama, serta Partisipasi dalam Pembangunan Masyarakat. Kedua, lingkungan adalah wujud nyata kehadiran Gereja sebagai persekutuan umat beriman kepada Kristus. Lingkungan dipanggil untuk hidup dalam semangat persaudaraan, menghayati Injil, serta terlibat aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, jemaat lingkungan menjadi tanda nyata kehadiran Gereja Paroki di tengah kebersamaan dengan masyarakat sekitar.

Dalam sesi dialog dan pendalaman, umat menyampaikan berbagai hal, antara lain, kegiatan Bakti Sosial APP telah menjadi wujud nyata kehadiran umat Katolik di tengah masyarakat. Namun, tema-tema aktual dinilai masih jarang diangkat dalam pertemuan lingkungan, dan grup WhatsApp lingkungan dirasakan kurang memberikan informasi terkait kegiatan kemasyarakatan di luar aktivitas internal. Hal yang menggembirakan adalah adanya umat yang terlibat sebagai pengurus RT/RW maupun padukuhan, sehingga wajah Kristus dapat dihadirkan melalui pelayanan mereka. Sementara itu, pengurus lingkungan juga mengungkapkan keprihatinan mengenai tingkat kehadiran umat yang masih rendah dalam pertemuan, terutama sarasehan, serta masih banyak keluarga yang belum terlibat penuh. Hal-hal ini akan terus dibenahi agar semakin banyak umat yang berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan mendatang.

Setelah dialog usai, acara dilanjutkan dengan doa umat, yang disatukan dalam Doa Bapa Kami dan ditutup dengan doa penutup. Pertemuan diakhiri dengan menyanyikan bait kedua lagu “Betapa Kita Tidak Bersyukur” dari Puji Syukur No. 707. Sebelum kembali ke rumah masing-masing, umat diajak menikmati teh hangat dan makanan ringan yang telah disediakan oleh tuan rumah.

Catatan : Foto dikirim oleh Cicilia Berty

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *