045 St. Yohanes Pembaptis Karangnongko: Sarasehan Pertemuan APP ke-2

Pertemuan Aksi Puasa Pembangunan ke-2 Lingkungan St. Yohanes Pembaptis dilaksanakan pada Kamis, 4 Maret 2026 pukul 18.30 WIB bertempat di rumah keluarga Paskahlis. Pertemuan ini dipandu oleh Gus Nanang dan dihadiri oleh 22 umat lingkungan yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat kebersamaan. Pertemuan diawali dengan doa pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Suci dari Kisah Para Rasul 4:32–37 yang menggambarkan kehidupan jemaat perdana yang hidup dalam kesatuan hati dan jiwa serta memiliki semangat saling berbagi, sehingga tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka. Melalui permenungan Sabda Tuhan tersebut, umat diajak untuk semakin memahami pentingnya kebersamaan dan kepedulian sosial dalam kehidupan menggereja.

Dalam sarasehan yang dipandu oleh Gus Nanang, umat berdiskusi mengenai potensi dana sosial gereja, fungsi serta sifatnya dalam kehidupan umat. Dalam diskusi juga disampaikan bahwa sumber dana sosial yang dihimpun oleh Gereja cukup beragam, di antaranya DANPAMIS, dana pendidikan, dana seminari, dana bencana, serta dana solidaritas kematian. Dana-dana tersebut menjadi wujud nyata kepedulian dan solidaritas umat untuk membantu sesama yang membutuhkan dalam berbagai situasi kehidupan.

Dalam sesi sharing, sejumlah umat menyampaikan pandangan dan refleksi mereka. Ch. Wartini mengungkapkan rasa bangganya sebagai umat Katolik karena Gereja menunjukkan kepedulian yang nyata terhadap umat dan masyarakat melalui berbagai karya kemanusiaan. Menurutnya, hal tersebut sekaligus menumbuhkan semangat umat untuk semakin terlibat dalam pelayanan, terlebih pada masa Prapaskah yang menjadi momen tepat untuk memperdalam kepedulian dan berbagi kasih kepada sesama.

Sementara itu, Nugroho mengusulkan agar bantuan bagi KLMTD dapat dievaluasi secara berkala. Evaluasi tersebut dinilai penting agar bantuan yang diberikan dapat menjangkau lebih banyak penerima serta dibagikan secara lebih merata. Sejalan dengan hal itu, Lukito menambahkan bahwa kriteria penerima bantuan KLMTD perlu diperbarui secara berkala agar penyalurannya semakin tepat sasaran bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

Di sisi lain, Ibu Wara menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan dana sosial. Menurutnya, dana sosial harus dipertanggungjawabkan dengan baik dan disalurkan secara tepat kepada yang berhak menerimanya. Namun, ia juga menekankan bahwa yang tidak kalah penting adalah menumbuhkan mental umat agar memiliki kepedulian dan kerelaan hati untuk membantu sesama. Sesi shring tersebut berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh semangat kebersamaan.

Melalui diskusi dan sharing yang terjadi, umat semakin menyadari pentingnya semangat solidaritas dan kepedulian dalam kehidupan menggereja. Pertemuan kemudian diakhiri dengan doa penutup, dengan harapan semangat jemaat perdana yang hidup dalam kebersamaan dan saling berbagi dapat terus dihidupi oleh umat dalam kehidupan sehari-hari.

Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Rina Wijayandari

Andreas Sudihartono

Learn More →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *