Doa “Kamisan” Lingkungan Santo Antonius Padua Berbah pada hari Kamis, 22 Januari 2026 pukul 19.00 – 20.30 WIB bertempat di rumah Agata Istiningsih (Isti), Berbah RT 002/RW 001 Kalitirto, Berbah, Sleman. Doa “Kamisan” dihadiri sebanyak 26 umat yang terdiri dari enam anak- anak, dua OMK, dan 18 orang tua. Doa “Kamisan” dipandu oleh Stanislaus Apri Hananto Putra (Apri). Kegiatan diawali dengan prakata dari Stanislaus Apri Hananto Putra (Apri) dengan salam pembuka, ucapan terima kasih kepada tuan rumah yang sudah menyediakan tempat, dan kehadiran Bapak/Ibu/OMK/Anak-anak.
Doa “Kamisan” diawali dengan menyanyikan lagu pembuka Puji Syukur 322 “Saudara, Mari Semua”, pengantar, tobat, doa pembuka, bacaan Injil Markus 3 : 7 – 22 dengan renungan bahwa Kuasa dari kasih Allah sungguh luar biasa dimana banyak orang datang kepadaNya setelah mendengar apa yang dilakukanNya dengan Yesus menyembuhkan orang sakit bahkan Roh Jahat pun tersungkur di hadapanNya.

Dalam sharingnya, Yohanes De Britto Ferri Setiawan (Ferri) menceritakan kasih Tuhan nyata dengan mengalami kecelakaan saat ingin menjemput anak pulang sekolah, Puji Tuhan tidak mengalami lecet hanya kondisi LCD HP rusak setelah sebelumnya diganti LCD, hal ini diingatkan Tuhan untuk berdoa bahkan meluangkan waktu berdoa sebelum tidur dan sesudah bangun tidur. Selanjutnya Theresia Suswati (Usi) juga menyampaikan : Kontrol dokter diingatkan rajin olahraga baik jalan – jalan ke luar ruangan, menggunakan alat treadmill atau praktek olahraga dengan melihat Youtube karena olahraga harus fokus tidak banyak pikiran dan ingat makan berapa kali dalam sehari harus diimbangi dengan olahraga, Sedangkan Maria Theresia Nunuk Kasihani (Nunuk) bersyukur atas kondisi anak, Mima menjadi anak yang bahagia dimana saat umur satu setengah tahun berobat ke RS Panti Rini namun ternyata terdeteksi terkena anemia dengan HB 7,5 lalu dirujuk ke RS Sardjito saat itu dibawa ke Gedung Tulip yang mana khusus menangani pasien kanker, namun di saat pasien lain pada kemoterapi, Mima tetap menjadi anak yang semangat dan menjalkani pengobatan hingga usia dua tahun dan bersyukur hingga sekarang bahwa Mima adalah anak yang istimewa,

Yustina Iin Dwi Astuti (Iin) menyampaikan sapaaan dan kasih Tuhan, ia harus kontrol ke dokter penyakit dalam di RS Panti Rini karena kondisi sudah tidak bisa apa – apa dan disarankan daycare di tanggal 24 Desember 2023 ditangani dan diberikan infus lalu diperbolehkan pulang untuk melanjutkan perjalanan ke Klaten untuk Natalan bersama keluarga, namun saat mau berangkat Gereja badan lemas hingga pukul 18.00 WIB akhirnya memutuskan tidak berangkat ke Gereja dan hanya istirahat di rumah sendiri, disini sapaan Tuhan mengingatkan agar lebih dekat dengan Tuhan, mendekati Malam Natal 2024 ini dihadapkan seminggu sekali harus kontrol dari Bulan November – Desember, saat itulah berkata “Terjadilah padaku menurut krhendakMu” akhirnya bisa dimampukan mengikuti Malam Natal bersama keluarga. Terakhir, Yulius Roosdananto Yan Pawoko (Tatok) mengungkapkan kasih Tuhan itu nyata, apapun cobaan yang diberikan Tuhan tidak seberapa, karena saya percaya Tuhan tidak akan mencobai diluar kemampuan kita dimana saat Covid melanda seluruh anggota keluarga terkena termasuk saya sendiri hanya istri yang tidak kena, namun ternyata istri ternkena Chikungunya, kondisi ini awalnya membuat memberontak lalu berpasrah pada Tuhan apapun yang dikasih Tuhan itu yang terbaik dan mampu menghadapi semuanya dengan diberikan kesembuhan dan kesehatan),

Setelah sesi sharing, dilanjutkan doa umat, penutup, berkat penutup, menyanyikan lagu penutup Puji Syukur 659 “Cinta Kasih Allah”, dilanjutkan ramah tamah tamah dan pengumuman serta informasi kegiatan akan datang di Lingkungan Santo Antonius Padua Berbah, Gereja Santo Yusuf Berbah maupun Paroki Maria Marganingsih Kalasan. Semoga melalui Doa “Kamisan” membuat kita saling bertumbuh, menguatkan, menginspirasi, dan manjadi saluran berkat bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan orang – orang di sekitar kita.
Catatan : Tulisan dan foto dikirim oleh Nova Ardianti



